Hadapi Tantangan Algoritma, PR GP Ansor Triwung Lor akan Gelar Ngaji Budaya di PP Nurul Islam
- account_circle Ahmad Ridho
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 2.084
- print Cetak

PROBOLINGGO – Arus informasi digital dan dominasi sistem algoritma media sosial yang bergerak cepat kian memengaruhi cara pandang serta budaya beragama generasi muda. Merespons dinamika tersebut, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Triwung Lor siap menggelar forum dialog kebudayaan bertajuk “Ngaji Budaya” pada Rabu, 29/07/2026, mendatang.
Kegiatan yang ditempatkan di Pondok Pesantren (PP) Nurul Islam ini mengusung tema “Harokah Pemuda Aswaja di Era Algoritma”
Ketua PR GP Ansor Triwung Lor, Rubik Alif Firmansyah, menyampaikan bahwa Ngaji Budaya dirancang sebagai ruang refleksi dan konsolidasi pemikiran kader dalam merawat tradisi keilmuan pesantren di tengah pusaran arus digital. Di era yang rawan polarisasi dan hoaks, pemuda Nahdliyin dituntut tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan penggerak dakwah yang memegang teguh nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil).
“Teknologi dan algoritma membuka ruang dakwah yang luas, tetapi tanpa fondasi etika dan tradisi keilmuan, kita mudah tergerus arus informasi dangkal. Forum ini menjadi ikhtiar bersama agar kader Ansor dan pemuda Aswaja cakap secara digital tanpa kehilangan akar tradisinya,” ujar Rubik
Forum ini membedah strategi gerakan harokah intelektual dan budaya berbasis digital dengan menghadirkan dua narasumber:
1. Lora Muhammad Fayyadl, M.Fil (Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid) Membedah peran pesantren dan ideologi Aswaja dalam menjawab tantangan zaman.
2. Muhammad Iqbal, S.Sos.I., M.Pd. (Praktisi Media dan Dosen Unuja) Mengulas dampak algoritma digital serta penguatan literasi media yang beretika.
Kedua pemateri akan mengupas tuntas tema “Harokah Pemuda Aswaja di Era Digitalisasi Algoritma: Menjaga Tradisi, Menguatkan Literasi, dan Membangun Peradaban”. Topik yang dibahas mencakup kompas etika bermedia sosial, strategi dakwah digital, hingga peran santri dalam memproduksi ilmu pengetahuan di ruang publik.
“Mari hadir dan jadikan momen ini sebagai langkah nyata menguatkan literasi digital dan merawat peradaban Islam rahmatan lil ‘alamin”. Ajak rubik.
- Penulis: Ahmad Ridho
- Editor: Anas Fathullah