Ketua MWCNU Kanigaran: Pemimpin Gagal Adalah yang Tak Mampu Ciptakan Regenerasi
- account_circle Eko Cahyono
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 192
- print Cetak

PROBOLINGGO – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) V Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kanigaran resmi digelar pada Minggu, (2/8/2026) di Aula Kemenag Kota Probolinggo.
Forum permusyawaratan tertinggi tingkat anak cabang bukan sekadar ajang rutin pergantian tampuk kepemimpinan, melainkan momentum krusial untuk melahirkan gagasan segar dan memperkuat akar kaderisasi.
Dalam arahannya, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kanigaran Mochammad Halim menyampaikan pesan mendalam terkait keberlanjutan organisasi. Ia menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan seorang pemimpin berada pada kemampuannya menyiapkan penerus estafet perjuangan.
“Pemimpin yang gagal adalah pemimpin yang tak mampu menciptakan regenerasi. Pemimpin terbaik bukanlah yang melahirkan paling banyak pengikut, melainkan yang paling banyak melahirkan pemimpin-pemimpin baru,” tegasnya di hadapan ratusan kader pelajar NU yang hadir.
Oleh karena itu, ia menekankan agar Konferancab V dijadikan sarana memperkuat sistem pembinaan kader serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada agama, bangsa, dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Konferancab V IPNU–IPPNU Kecamatan Kanigaran bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi momentum melahirkan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan meneguhkan komitmen pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret penguatan basis di akar rumput, Ketua MWCNU Kanigaran memberikan instruksi tegas kepada jajaran pengurus PAC IPNU-IPPNU Kanigaran periode mendatang. Ia menginstruksikan agar pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) di sekolah dan Pimpinan Ranting (PR) di tingkat kelurahan menjadi prioritas utama.
“Saya meminta ke depan, PK dan Ranting wajib terbentuk di seluruh wilayah Kecamatan Kanigaran. Struktur bawah adalah akar kekuatan kita. Tanpa Ranting dan Komisariat yang aktif, pembinaan pelajar NU tidak akan berjalan maksimal,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para kader melangkah dengan membawa nilai-nilai lokal dan semangat kebersamaan. Menurutnya, perpaduan antara kreativitas, prestasi, dan kebudayaan akan membentuk karakter pelajar NU yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya, kader-kader pelajar NU siap menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, dan mampu menjawab tantangan zaman. Bersama melangkah, bersama berkhidmah, demi terwujudnya organisasi yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Konferancab V ini, diharapkan kepengurusan yang terpilih mampu bergerak cepat memperluas pimpinan komisariat di sekolah-sekolah serta menghidupkan pimpinan ranting di seluruh kelurahan se-Kecamatan Kanigaran.
- Penulis: Eko Cahyono
- Editor: Anas Fathullah