Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Banom » Ansor » ​Respon Era Post-Truth, Ansor Triwung Lor Gelar Ngaji Seni dan Budaya

​Respon Era Post-Truth, Ansor Triwung Lor Gelar Ngaji Seni dan Budaya

  • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 2.235
  • print Cetak

PROBOLINGGO – Gerakan Pemuda Ansor Ranting Triwung Lor menggelar agenda
Ngaji Seni dan Budaya bertajuk “Harokah Pemuda Aswaja di Era Algoritma” yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Islam, Kademangan, Kota Probolinggo. Rabu (29/07/2026) malam.

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus hangat ini dihadiri langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Ketua PC PMII, serta Ketua PC IPNU dan IPPNU Kota Probolinggo. Beserta ratusan peserta yang terdiri dari kaum pemuda Nahdliyin.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Sahabat Salamul Huda, menyampaikan dukungan serta apresiasi kepada GP Ansor Triwung lor. Karena mampu mengadakan kegiatan ngaji seni dan budaya. Bahkan narasumber yang akan menyampaikan memiliki kapasitas mengempuni serta merupakan tokoh nasional.

“Saya sangat senang ketika ada ranting mampu mengadakan kegiatan semacam ini, bukan hanya menghidupkan roda organisasi akan tetapi mampu membaca zaman yang mana pada era saat ini merupakan era post truth, saya berharap ranting yang lain juga turut aktif mengadakan kegiatan diskusi seperti ini,” Ujarnya

Dalam kesempatan tersebut pula, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Romo Kyai Mukhlas, menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya karena pesantrennya menjadi tuan rumah kegiatan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yaitu Ansor tingkat ranting.

Kyai Mukhlas yang juga merupakan aktivis IPNU di era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membagikan kenangan historisnya bersama Nahdlatul Ulama.

“Saya sangat senang ketika pondok ini ditempati oleh kegiatan NU, Saya dulu pada zamannya Gus Dur merupakan aktifis IPNU, bahkan ketika Gus Dur dilengserkan, saya ikut berangkat ke Jakarta saat itu,” kenang Kyai Mukhlas.

Ngaji seni dan budaya ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dosen Universitas Nurul Jadid sekaligus praktisi media, Muhammad Iqbal, dan Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Lora Muhammad Al Fayyadl, M.Fil.

Dalam pemaparan pertamanya, Muhammad Iqbal membedah realitas penetrasi teknologi dan algoritma media sosial. Ia membeberkan data perkembangan digital di Indonesia yang tumbuh sangat pesat.

Penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 80,66 % dan pada pertengahan tahun 2026 ini sudah menyentuh angka 81,76 %.

“Jika diandaikan dari populasi 10 orang penduduk Indonesia, maka 8 di antaranya sudah aktif menggunakan internet,” jelas Iqbal.

Menurutnya, pemuda Nahdliyin harus memahami cara kerja algoritma agar tidak sekadar menjadi konsumen pasif, melainkan mampu mewarnai ruang digital dengan konten keagamaan yang ramah dan menyejukkan.

Senada dengan hal tersebut, Lora Muhammad Al Fayyadl menekankan pentingnya kader muda Aswaja untuk adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mencabut akar keilmuan tradisi.

Ia menegaskan bahwa menguasai teknologi adalah keniscayaan dakwah masa kini. Lora Fayyadl mengutip pandangan salah satu ulama terkemuka dari era Tabi’in, Said bin Musayyib, tentang pentingnya kesadaran zaman.

“Wajib bagi orang yang berakal untuk melek dan memahami keadaan zamannya. Era perkembangan teknologi harus diikuti, jangan sampai kita tertinggal,” tegas Lora Fayyadl.

Melalui agenda diskusi ini, GP Ansor Ranting Triwung Lor berharap para kader muda Nahdliyin dapat merajut kembali gerakan kebudayaan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus lincah dalam berselancar dan mendominasi narasi positif di era digital.

  • Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
  • Editor: Ahmda Ridho

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Muktamar Ke-35 NU, PCNU Kota Probolinggo Dorong Evaluasi Sistem One Man One Vote

    Jelang Muktamar Ke-35 NU, PCNU Kota Probolinggo Dorong Evaluasi Sistem One Man One Vote

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang bakal dihelat di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang terus memantik perhatian pengurus NU di berbagai tingkatan. Wacana perubahan mekanisme pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di PP Al-Falah Ploso, Kediri, beberapa waktu […]

  • AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

    AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JOMBANG – Melalui musyawarah mufakat, anggota Ahlu Halli wal Aqli (AHWA) memutuskan KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. ​Penetapan ini berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang digelar di Dalem KH Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, […]

  • SMK Raudlatul Mutaalimin Probolinggo Padukan Tradisi Pesantren dan Modernisasi Pendidikan

    SMK Raudlatul Mutaalimin Probolinggo Padukan Tradisi Pesantren dan Modernisasi Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 126
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya menyiapkan peserta didik yang cakap secara akademik dan keterampilan, tetapi juga kokoh dalam akhlak, adab, dan nilai-nilai keislaman. Menjawab kebutuhan itu, SMK Raudlatul Mutaalimin Kota Probolinggo menghadirkan model pendidikan yang memadukan tradisi pesantren dengan pembelajaran modern berbasis teknologi. […]

  • Mahfud MD: Khittah Bukan Berarti NU Tak Boleh Berpolitik

    Mahfud MD: Khittah Bukan Berarti NU Tak Boleh Berpolitik

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JOMBANG – Pakar hukum tata negara sekaligus tokoh nasional, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, menegaskan bahwa prinsip Khittah 1926 hasil Munas NU 1984 kerap disalahartikan sebagai larangan bagi Nahdlatul Ulama untuk berpolitik. Menurutnya, Khittah menuntut NU netral dari afiliasi partai politik praktis, namun tetap wajib menjalankan peran politik kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam […]

  • NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Fasilitasi Penyerahan Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Amanda Indonesia

    NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Fasilitasi Penyerahan Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Amanda Indonesia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Probolinggo, Aksi nyata kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh NU Care-Lazisnu PCNU Kota Probolinggo.  Jumat, (03/06/2026). Lembaga yang bergerak dalam bidang filantropi, kemanusian, sosial dan pemberdayaan ummat memfasilitasi penyaluran bantuan satu unit kursi roda untuk penyandang disabilitas atas nama Safa Ayunda, warga Pohsangit Kidul. ​Bantuan kursi roda ini merupakan wujud sinergi antara Yayasan Amanda Indonesia (Y-AMI) dengan […]

  • Hendak Pimpin Munajat Muktamar, Rois Syuriah Berpulang, Innalillahi..

    Hendak Pimpin Munajat Muktamar, Rois Syuriah Berpulang, Innalillahi..

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Kabar duka mendalam kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kademangan, KH Abdur Rozaq, dipanggil ke haribaan Allah SWT pada Kamis (10/07/2026) malam. ​Beliau wafat dalam keadaan suci setelah berwudhu, tepat di saat hendak mengetuk pintu langit demi kelancaran agenda Muktamar ke 35 NU. Ini […]

expand_less