Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Banom » Ansor » Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo: Klaim Anak Nahdliyin Palsu, PAN Justru Partai Anti Nahdliyin

Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo: Klaim Anak Nahdliyin Palsu, PAN Justru Partai Anti Nahdliyin

  • account_circle Anas Fathullah
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 479
  • print Cetak

PROBOLINGGO – Manuver Partai Amanat Nasional (PAN) yang kerap mengeklaim diri sebagai wadah bagi kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU), bahkan memelesetkan kepanjangannya menjadi “Partai Anak Nahdliyin”, menuai kritik tajam. Langkah politik tersebut dinilai ahistoris dan sarat dengan pragmatisme elektoral menjelang kontestasi politik.

Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, menegaskan bahwa klaim tersebut sangat mengaburkan DNA dan latar belakang kelahiran partai bentukan era Reformasi itu. Secara historis, PAN sama sekali tidak memiliki akar tradisi keagamaan santri ala Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah.

“Partai politik tidak bisa dilepaskan dari akar kelahirannya. Memosisikan PAN seolah-olah representasi anak-anak NU secara instan itu jelas ahistoris. Tidak ada historis PAN merupakan representasi dari nahdliyin. Ini bukan pergeseran ideologis yang organik, melainkan kalkulasi pasar politik demi meraup ceruk suara nahdliyin yang sangat besar,” ujar Salam, Minggu (6/9/2026).

Salam menyoroti kontradiksi antara narasi merangkul warga nahdliyin dan realitas di lapangan. Menurutnya, di balik upaya mendekati suara basis massa NU, kader-kader muda NU justru kerap menjadi pihak yang dirugikan.

“Ironis sekali. Di satu sisi sibuk mengeklaim sebagai rumah bagi anak nahdliyin demi elektoral, tetapi di sisi lain kader-kader muda NU justru dizalimi,” tegasnya.

Sorotan tajam tersebut salah satunya menyangkut nasib para kader muda NU yang bertugas sebagai tenaga pendamping desa di berbagai daerah. Mereka mengeluhkan adanya kebijakan pemindahan atau relokasi tugas secara mendadak ke wilayah-wilayah terpencil tanpa indikator evaluasi yang objektif maupun mekanisme penugasan yang jelas di bawah kepemimpinan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, yang juga merupakan elite Partai Amanat Nasional (PAN). Kondisi tersebut dinilai sarat dengan muatan politis dan merugikan para pendamping yang selama ini bekerja profesional di lapangan.

“Banyak kader muda kami yang berkhidmat sebagai pendamping desa tiba-tiba dipindah ke pelosok tanpa kejelasan indikator kinerja atau mekanisme evaluasi yang transparan dari Kementerian Desa. Kalau cara memperlakukan kader nahdliyin di birokrasi dan ruang pengabdian seperti ini, sangat tidak elok jika kemudian datang ke publik membawa-bawa nama anak nahdliyin hanya untuk kepentingan elektoral semata,” pungkas Salam.

  • Penulis: Anas Fathullah
  • Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Muktamar ke-35 NU, PCNU Kota Probolinggo Sediakan Posko Transit Muktamirin di Jombang

    Sambut Muktamar ke-35 NU, PCNU Kota Probolinggo Sediakan Posko Transit Muktamirin di Jombang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JOMBANG – Menjelang pembukaan perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 27–30 Agustus 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo resmi mendirikan posko layanan kontingen. ​Posko transit ini menempati lokasi strategis di Perum Florian’s Home, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. ​Pendirian posko ini difungsikan […]

  • Teladan Demokrasi dan Kesederhanaan Tiga Tokoh NU dari Gus Umar Wahid

    Teladan Demokrasi dan Kesederhanaan Tiga Tokoh NU dari Gus Umar Wahid

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    JOMBANG – Adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Gus Umar Wahid mengisahkan keteladanan akhlak, kedisiplinan, serta kedewasaan berdemokrasi dari tiga tokoh besar Nahdlatul Ulama : KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan Gus Dur. Kesaksian sejarah tersebut ia tuturkan dalam Musyawarah Besar (Mubes) Warga Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di halaman Madrasah […]

  • Memilih Pemimpin atau Memenangkan Calon? Menakar Arah Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

    Memilih Pemimpin atau Memenangkan Calon? Menakar Arah Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Husni Mubaroq
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Akhir Agustus 2026, Tambakberas di Jombang akan kembali menjadi pusat perhatian publik Muslim Indonesia. Kampung pesantren yang dibesarkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah itu menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), forum permusyawaratan tertinggi yang akan menentukan arah organisasi lima tahun ke depan sekaligus menandai langkah NU memasuki abad kedua khidmahnya. Menjelang muktamar, satu […]

  • Kyai Syamhadi Syam: Penjual Tempe Keliling Peraih Penghargaan Pengabdian Terpanjang NU

    Kyai Syamhadi Syam: Penjual Tempe Keliling Peraih Penghargaan Pengabdian Terpanjang NU

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Di Jrebeng Kulon, Kota Probolinggo, sosok Kyai Syamhadi Syam adalah definisi nyata dari sebuah ketulusan. Di kelurahan yang dikenal sebagai salah satu basis kuat Nahdlatul Ulama (NU) ini, beliau bukan tipe tokoh agama yang hanya duduk diam menunggu dihormati. Lebih dari sekadar pemuka agama setempat, beliau mengemban amanah besar memimpin jalannya roda organisasi dan merawat […]

  • Jelang Muktamar NU Ke-35, Ketua MWCNU Kanigaran Tekankan Pentingnya Merawat Jam’iyyah dari Provokasi

    Jelang Muktamar NU Ke-35, Ketua MWCNU Kanigaran Tekankan Pentingnya Merawat Jam’iyyah dari Provokasi

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan penting menyongsong perhelatan Muktamar NU Ke-35 yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Rabu, 22/072026 Seruan agar seluruh warga Nahdliyin dan para pemangku kepentingan berfokus menjaga persatuan serta membentengi organisasi dari narasi provokatif. […]

  • Ramaikan Muktamar Ke-35 NU, Nahdlatut Turots Gelar Daurah Tahqiq Kitab Muassis

    Ramaikan Muktamar Ke-35 NU, Nahdlatut Turots Gelar Daurah Tahqiq Kitab Muassis

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JOMBANG – Nahdlatut Turots turut meramaikan gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dengan menyelenggarakan Dauroh Tahqiq Kitab Muassis NU. Kegiatan ini berlangsung di Ribath Hidayatul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum, Jumat (28/8/2026). Pelatihan ini digelar sebagai bentuk komitmen Nahdlatul Turots dalam merawat warisan intelektual pesantren, khususnya menghidupkan kembali semangat para santri untuk mentahqiq (menguji dan meneliti […]

expand_less