Logo Muktamar Ke-35 NU Resmi Dirilis, Ini Maknanya
- account_circle M Rizal Wahyudi
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 186
- print Cetak

JOMBANG – Gelaran akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tinggal menghitung hari. Menjelang forum tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini, panitia resmi meluncurkan logo resmi Muktamar Ke-35 yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 (14–18 R. Awwal 1448 H) mendatang.
Logo ciptaan Shofa Ulul Azmi telah disepakati dalam rapat koordinasi bersama yang bertempat di Aula Kantor Pusat Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Kamis (16/7/2026)
Logo merupakan visualisasi dari tema besar yang diusung, yakni “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Secara arsitektur desain, memadukan unsur modernitas lewat pemilihan font Sora yang dinamis, dengan kekuatan tradisi pesantren yang bersahaja melalui dua elemen utama :
1. Mata Rantai Perjuangan pada Angka 35
Jika diperhatikan, lengkungan yang membentuk angka 3 dan 5 didesain menyerupai dua lingkaran yang saling terhubung erat. Secara filosofis, bentuk lingkaran yang tidak memiliki titik awal dan akhir ini melambangkan nilai-nilai perjuangan NU yang terus berlanjut tanpa putus dari generasi ke generasi.
Semangat dakwah, pendidikan, serta pengabdian kepada umat diwariskan sebagai mata rantai perjuangan para ulama yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, gerak melingkar ini mencerminkan inklusivitas prinsip merangkul, bukan memisahkan. Hal ini menjadi simbol bahwa Muktamar Ke-35 merupakan ruang pemersatu untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi yang tetap berporos pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
2. Menara Tambakberas sebagai Poros Ilmu dan Peradaban
Tepat di bagian pusat logo, terdapat ilustrasi menara berkubah emas yang merupakan ikon legendaris dari PP Bahrul Ulum Tambakberas. Kehadiran siluet menara ini membawa tiga makna penting.
Pertama, sebagai identitas tuan rumah yang menegaskan posisi Pesantren Tambakberas sebagai lokasi resmi diselenggarakannya Muktamar. Kedua, sebagai simbol pusat peradaban, di mana posisi menara yang berada di tengah menegaskan bahwa pesantren akan selalu menjadi poros ilmu, dakwah, dan peradaban Islam bagi Nahdlatul Ulama. Ketiga, sebagai bentuk penghormatan sejarah dan dedikasi atas rekam jejak panjang PP Bahrul Ulum dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Melalui peluncuran logo ini, segenap warga Nahdliyin diharapkan dapat memantik semangat kebersamaan untuk menyukseskan gelaran lima tahunan ini, demi kemaslahatan jam’iyah, umat, dan bangsa yang lebih luas.
Download Logo resmi Muktamar Ke-35 NU, melalui tautan berikut ini: Logo Muktamar ke-35 NU
- Penulis: M Rizal Wahyudi
- Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra