Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Perkuat Swasembada Pangan, LPPNU Kota Probolinggo Sinergikan Petani, Pemerintah, dan Aparat

Perkuat Swasembada Pangan, LPPNU Kota Probolinggo Sinergikan Petani, Pemerintah, dan Aparat

  • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 73
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Probolinggo,  Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal kemandirian pangan berbasis umat. Guna memperkuat sinergi antara petani, peternak, pemerintah, dan aparat penegak hukum, LPPNU menggelar pertemuan rutin bulanan di kediaman Ketua LPPNU Kota Probolinggo, Ustadz Husni, pada Senin (6/7/2026).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan kelompok tani dan peternak se-Kecamatan Wonoasih ini berlangsung khidmat. Menjaga erat tradisi kaum Nahdliyin, forum strategis ini diawali dengan pembacaan Al-Fatihah dan tahlil bersama.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir di lokasi, di antaranya Ketua PCNU Kota Probolinggo, Kapolsek Wonoasih Kompol Lukman Hadi, Lurah Sumber Taman, serta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Probolinggo.

Dalam sesi pengarahan, perwakilan PPL Kota Probolinggo, Pak Yudi, menyampaikan perkembangan positif terkait program pertanian di wilayah Wonoasih. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberhasilan program budidaya tembakau yang diinisiasi oleh pemerintah.

“Program budidaya tembakau yang telah digelontorkan pemerintah kurang lebih dua tahun terakhir telah berjalan dengan baik. Saat ini, tercatat ada 18 petani di wilayah Kecamatan Wonoasih yang aktif menerima dan menjalankan manfaat dari program tersebut,” ujar Yudi di hadapan para jamaah dan petani yang hadir.

Selain mengevaluasi program yang sudah berjalan, Yudi juga memperkenalkan inovasi terbaru dari Kementerian Pertanian untuk diadopsi oleh para petani NU, yaitu program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System). Sistem ini mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi digital, dan pertanian presisi dengan fokus utama mendongkrak produktivitas padi. Strategi yang diterapkan mencakup penggunaan varietas benih unggul serta sistem tanam rapat yang ditargetkan mampu mencapai populasi hingga 800.000 tanaman per hektar.

Geliat LPPNU ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari struktur kepengurusan NU di tingkat cabang. Ketua PCNU Kota Probolinggo dalam sambutannya menegaskan bahwa peran Nahdlatul Ulama di era modern tidak boleh kaku, melainkan harus meluas dan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi umat. Ia meminta LPPNU dan kelompok tani untuk terus bergerak progresif serta intens menjalin komunikasi dengan pengurus LPPNU tingkat Wilayah (Jawa Timur).

“NU bukan hanya sekadar mengurus tahlilan saja. NU hadir untuk menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat, mulai dari sektor pangan, pendidikan, hingga urusan ketenagakerjaan dan buruh,” tegas Ketua PCNU.

Dukungan nyata bagi para petani Nahdliyin juga datang dari sektor keamanan. Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi, menyatakan komitmen penuh kepolisian untuk bersinergi erat dan mengawal para petani di lapangan. Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan instruksi pusat karena swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas utama Presiden Republik Indonesia.

“Kami dari pihak kepolisian akan terus mendampingi petani agar program pemenuhan pangan nasional ini dapat berjalan kondusif tanpa kendala di lapangan,” kata Kompol Lukman.

Melalui pertemuan rutin bulanan ini, LPPNU Kota Probolinggo berharap forum ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan sektor pertanian dan peternakan di Kecamatan Wonoasih. Pertemuan ini sekaligus memperkokoh kolaborasi harmonis antara ulama, petani, penyuluh, dan aparat keamanan demi terwujudnya kedaulatan pangan yang maslahat.

  • Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
  • Editor: Ahmda Ridho

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Digital dan Generasi Muda NU: Saatnya Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Penonton

    Ekonomi Digital dan Generasi Muda NU: Saatnya Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Penonton

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Najibur Rohman
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Perkembangan ekonomi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja, berbisnis, dan membangun masa depan. Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce, media sosial, hingga ekonomi kreatif berbasis digital, generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki modal sosial yang kuat: jaringan hingga tingkat desa, […]

  • Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Jakarta, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) secara tegas mengeluarkan petisi penolakan terhadap sejumlah rancangan regulasi pertembakauan yang tengah digodok pemerintah. Aturan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut dinilai mengancam hajat hidup para petani dan buruh tembakau. ​Petisi tersebut […]

  • Islam dan Budaya: Menakar Batas Kelenturan Teks dalam Realitas Tahlilan Di Masyarakat

    Islam dan Budaya: Menakar Batas Kelenturan Teks dalam Realitas Tahlilan Di Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Perdebatan hukum terkait tahlilan di Indonesia seolah menjadi lingkaran tanpa ujung. Konflik teologis tradisionalis (Nahdlatul Ulama/NU) dan puritan (Wahabi/Salafi) tidak menemukan titik temu. ​akan tetapi ada satu benang merah yang menarik untuk dikritisi yaitu : sejauh mana teks keagamaan harus tunduk pada kenyataan budaya, begitupun sebaliknya? ​Kekakuan Tekstual dan Kelenturan Budaya berangkat dari premis normatif […]

  • Antisipasi Kerawanan Pemilu 2029, LBH Ansor Kota Probolinggo Gandeng Bawaslu

    Antisipasi Kerawanan Pemilu 2029, LBH Ansor Kota Probolinggo Gandeng Bawaslu

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda Putra
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Probolinggo  – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor resmi menjalin kolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Probolinggo. Sinergi ini dibangun sebagai langkah awal untuk memperkuat pengawasan partisipatif dari unsur masyarakat sipil guna menyelenggarakan Pemilu Nasional 2029. Senin, (29/06/2026). Langkah taktis ini diambil guna memastikan pelaksanaan pemilihan Presiden, DPR RI, dan DPD di masa mendatang […]

  • Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir

    Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Marzuki Wahid
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Pada tanggal 3 Juni 2026 kemarin, sehari setelah mengisi Pelatihan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren bagi para musyrif dan musyrifah yang diinisiasi oleh RMI dan SAKA (Satuan Anti Kekerasan) Pesantren PBNU di Pesantren Al-Yasini Pasuruan, saya bersama KH Imam Nakha’i berkesempatan sowan kepada KH. Afifuddin Muhajir di ndalem beliau di Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo. Seperti […]

  • PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

    PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta – Teka-teki mengenai lokasi perhelatan akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama akhirnya terjawab resmi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara definitif memutuskan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah forum tertinggi organisasi nahdliyin tersebut. Event akbar ini dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan depan, tepatnya 27-31 Agustus 2026. Keputusan krusial tersebut diketuk […]

expand_less