Memperkokoh Aqidah dan Menjaga Tradisi, Pengurus Anak Ranting(PAR) NU RW 6 Sumber Taman Gelar Ngaji Aswaja
- account_circle Ulil Hadi Ernanda P
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 96
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO — Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) RW 6 Kelurahan Sumber Taman kembali menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat syiar Islam di tingkat akar rumput. Mereka sukses menggelar kegiatan rutin Ngaji Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) pada Selasa (7/7/2026).
Bertempat di kediaman Ustadz Tamrin, mengusung tema besar: “Memperkokoh Aqidah, Menjaga Tradisi”.
Menjaga Kemurnian Aqidah di Tengah Tantangan Zaman
Acara ini menghadirkan Ust. Hamdan Amrullah selaku pemateri utama. Beliau merupakan Koordinator Aswaja Center sekaligus Penyuluh Agama Islam.
Dalam pemaparannya, Ust. Hamdan menekankan dua poin penting bagi warga nahdliyin. Yang pertama yaitu
Menjaga kemurnian aqidah agar tidak goyah oleh perkembangan zaman danMelestarikan tradisi-tradisi amaliyah NU sebagai warisan para ulama yang bernilai ibadah dan sosial.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari struktur kepengurusan di atasnya. Hadir secara langsung Ketua Rois Syuriah Ranting NU Sumber Taman untuk mendampingi para tokoh agama dan sesepuh di lingkungan RW 6.
Antusiasme warga setempat pun tergolong sangat luar biasa. Ruang pertemuan tidak hanya dipadati oleh bapak-bapak, tetapi kaum ibu (muslimat) juga tampak berbondong-bondong meramaikan pengajian ini.
”Saya sangat senang dalam giat ini. Bukan hanya memperkuat aqidah, akan tetapi juga sebagai ajang silaturahmi untuk warga,” ujar Saihul Imam, salah satu warga yang hadir.
Meski kepengurusan Anak Ranting NU di RW 6 Sumber Taman ini terbilang masih seumur jagung, program kerja mereka terbukti berjalan dengan konsisten. Pertemuan kali ini merupakan pelaksanaan Ngaji Aswaja yang kedua kalinya.
Ustadz Tamrin selaku tuan rumah mengaku sama sekali tidak keberatan rumahnya dijadikan pusat syiar. Sebaliknya, ia justru merasa bangga tempat tinggalnya bisa menjadi jalan (wasilah) berkumpulnya para ulama dan jamaah.
”Tidak ada keberatan kalau NU, apalagi anak ranting yang baru pertama ada di Sumber Taman dalam kegiatan ditaruh di rumah saya. Jujur saya senang, bangga, apalagi yang datang ramai,” ungkap Ustadz Tamrin hangat.
- Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
- Editor: Anas Fathullah