Seminar Fikih Perempuan : Wanita Boleh Memimpin, tapi Surga Tetap di Suami
- account_circle Anas Fathullah
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- visibility 164
- print Cetak

Seminar Fikih Perempuan. (Gambar/Istimewa)
Probolinggo, – Sebagai agenda pembuka sebelum dimulainya prosesi pelantikan pengurus baru, Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Probolinggo menggelar Seminar Fikih Perempuan di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kota Probolinggo, Minggu (19/7/2026).
Seminar yang menghadirkan Umi Hanik sebagai pemateri utama ini mengupas tuntas transformasi peran perempuan dari masa ke masa serta bagaimana hukum Islam memandang eksistensi perempuan di era digital saat ini.
Dalam pemaparannya, Umi Hanik menyoroti kontrasnya kehidupan perempuan zaman dahulu dan masa kini. Pada masa lalu, perempuan sering kali dipandang sebelah mata, bahkan keberadaannya dianggap sebagai beban atau aib karena ruang geraknya yang sangat terbatas dan dianggap tidak bisa berbuat apa-apa dalam sektor publik.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan era digital, potret tersebut telah berubah total. Perempuan masa kini memiliki peluang dan hak yang setara dengan laki-laki untuk berkembang, berkarya, bahkan mengambil peran strategis di ruang publik.
“Hari ini, wanita juga mempunyai peran yang sama dengan laki-laki. Wanita bisa menjadi pemimpin,” ujar Umi Hanik di hadapan peserta seminar.
Kendati memiliki kebebasan untuk berkarier dan memimpin di era modern, Umik Hanik memberikan catatan penting agar kaum perempuan tidak melupakan kodrat dan kewajiban utamanya. Sebagai seorang istri, perempuan tetap dituntut untuk taat kepada suami selama tidak bertentangan dengan syariat.
“Setinggi apa pun peran perempuan di luar, jangan sampai lupa dengan kewajiban dan tugas mereka sebagai seorang perempuan. Harus tetap taat terhadap suami, karena surga seorang perempuan itu berada pada suaminya,” tegas Umi Hanik.
Acara seminar yang berlangsung interaktif ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh calon pengurus yang setelahnya langsung mengikuti prosesi pelantikan PC Fatayat NU Kota Probolinggo masa khidmat 2025–2030.
- Penulis: Anas Fathullah
- Editor: Dinastiya Iriani