Pedagang Tempe Dibegal di Makam Cina Wonoasih, GP Ansor Turun Tangan Beri Bantuan Hukum dan Galang Donasi
- account_circle Ulil Hadi Ernanda P
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 217
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Probolinggo, Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Kecamatan Wonoasih (09/07/2026). Seorang pedagang tempe bernama Sofi (28), menjadi korban pembegalan saat hendak mengais rezeki di pagi buta. Peristiwa nahas tersebut terjadi di area sekitar Makam Cina Wonoasih sekitar pukul 05.00 WIB.
Kronologi kejadian bermula saat Sofi hendak berangkat menuju Pasar Wonoasih untuk menjajakan dagangan tempenya. Namun, sesampainya di area makam yang terletak di sebelah selatan jembatan, ia tiba-tiba dipepet oleh dua orang tak dikenal.
“Saya sudah biasa kalau pagi itu ke pasar bawa tempe. Lah kok tiba-tiba ketika di selatan jembatan area makam cina, saya dipepet sepeda motor dan dipukul kepala untungnya pakai helm, setelah itu kunci langsung dicabut. Ternyata di belakang ada sepeda motor lagi berboncengan pas bawa celurit,” ujarnya
Akibat kejadian ini, korban harus merelakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam tahun 2023 miliknya yang digondol oleh empat komplotan begal tersebut.
Merespons kejadian yang menimpa pemuda pejuang nafkah tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Wonoasih bergerak cepat.
Perwakilan organisasi, Sahabat Saihul Imam dan waka 1 langsung mengunjungi kediaman korban yang beralamat di RT 03 RW 05, Kelurahan Sumber Taman.
Kehadiran GP Ansor ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk empati nyata terhadap sesama pemuda yang sedang berjuang mencari nafkah.
Selain memberikan dukungan moral, PAC GP Ansor Wonoasih juga memberikan bantuan hukum kepada korban.
Langkah ini diambil setelah adanya instruksi langsung dari Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor ketua salamul huda melalui pesan singkat WhatsApp, yang memerintahkan jajaran di tingkat kecamatan untuk memberikan pendampingan hukum secara penuh kepada korban.
Tidak hanya itu, gerakan open donasi juga digalang untuk membantu meringankan beban ekonomi yang dialami Sofi pasca-kehilangan roda transportasinya untuk bekerja.
Peristiwa yang menimpa Sofi menambah daftar panjang rentetan kasus serupa di lokasi yang sama.
Menanggapi hal ini, PAC GP Ansor Wonoasih memberikan atensi khusus dan mendesak jajaran pemerintah, khususnya di wilayah Kecamatan Wonoasih, untuk segera mengambil tindakan preventif.
GP Ansor meminta pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat agar memberikan perhatian khusus pada area sekitar Makam Cina yang sudah berlangganan terjadinya kasus begal.
Langkah pencegahan seperti penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU), pemasangan CCTV, hingga peningkatan patroli keamanan dinilai mendesak demi mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya.
- Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
- Editor: M Rizal wahyudi