GP Ansor Kademangan Ziarahi Makam Ulama dan Pahlawan, Refleksikan Makna Kemerdekaan
- account_circle Moch. Vikry Romadhoni
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- visibility 121
- print Cetak

Probolinggo — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kademangan mengisi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan ziarah ke makam para muasis Nahdlatul Ulama (NU), ulama, habaib, dan pahlawan, Senin (17/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa para pendahulu sekaligus menumbuhkan kembali semangat perjuangan di kalangan kader GP Ansor.
Ketua PAC GP Ansor Kademangan, Imam Nawawi, menjelaskan bahwa ziarah dilakukan ke sejumlah makam ulama, habaib, dan pahlawan yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan dakwah dan perjuangan masyarakat. Rangkaian ziarah tersebut meliputi makam KH Jufri di Triwung Kidul, KH Nur Hasan di Pondok Asulthon, Habib Muhammad di Pondok Ketapang, Makam Pahlawan, KH Abdul Aziz di Pondok Kademangan, serta KH Fadol di Pondok Tholibin.
Pemilihan makam tersebut bukan sekadar untuk mengenang sosok yang telah wafat. Menurut Imam, para ulama, habaib, dan pahlawan yang diziarahi meninggalkan keteladanan berupa ilmu, doa, pengabdian, dan pengorbanan bagi agama, masyarakat, serta bangsa.
“Kami memilih makam para ulama, habaib, dan pahlawan karena di sanalah kita belajar bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia. Mereka telah memberikan ilmu, doa, pengabdian, dan pengorbanan untuk agama, masyarakat, dan bangsa,” ujar Imam.
Melalui ziarah tersebut, kader GP Ansor diajak melihat kembali jejak perjuangan para pendahulu. Nilai perjuangan yang diwariskan diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi dapat diteruskan dalam bentuk pengabdian di tengah masyarakat.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI melalui ziarah juga menjadi cara bagi GP Ansor Kademangan untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam. Kemerdekaan tidak hanya dipandang sebagai momentum untuk dirayakan, tetapi juga sebagai nikmat yang perlu disyukuri dan diisi dengan mengingat perjuangan generasi sebelumnya.
Ziarah menjadi ruang untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang mereka yang telah mendahului. Dari sana, kader diingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
“Kemerdekaan bukan sekadar untuk dirayakan, tetapi juga untuk disyukuri dan dikenang dengan doa. Kita datang kepada mereka yang telah mendahului agar tidak lupa bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu,” jelasnya.
Imam berharap kegiatan tersebut dapat memberikan energi baru bagi kader GP Ansor Kademangan. Setelah mengikuti ziarah, para kader diharapkan tidak hanya membawa kenangan tentang para ulama dan pahlawan, tetapi juga mampu meneruskan semangat perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut diwujudkan melalui keikhlasan dalam mengabdi, kecintaan kepada ulama, komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta kesediaan memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi bagi kader muda NU untuk kembali meneguhkan semangat khidmah dan meneruskan perjuangan para pendahulu.
- Penulis: Moch. Vikry Romadhoni