Sambut Siklus Tanam Baru, Petani Wonoasih dan LPPNU Kota Probolinggo Hidupkan Semangat Fatwa Pertanian KH Hasyim Asy’ari
- account_circle Ulil Hadi Ernanda P
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 74
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Probolinggo, Menyambut siklus tanam baru di tengah cuaca yang cerah, para petani di wilayah Wonoasih, Kota Probolinggo, mulai bersiap mengolah lahan pada Sabtu (4/7/2026).
Langkah strategis demi menjaga ketahanan pangan di tingkat akar rumput ini dilakukan melalui kolaborasi erat bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Probolinggo dan koordinator kelompok tani kecamatan setempat.
Sinergi antara kaum tani dan lembaga keagamaan ini menjadi potret nyata implementasi kemandirian pangan berbasis umat.
Aktivitas di hamparan persawahan Wonoasih terpantau padat sejak dini hari. Suara mesin traktor pembalik tanah dan deru mesin pompa air (alkon) saling bersahutan mengairi lahan.
Di sela-sela kesibukan di sawah, Ketua LPPNU Kota Probolinggo yang akrab disapa Ustadz Husni menyampaikan bahwa gerakan ini membawa misi penting bagi regenerasi sektor pertanian.
”Esensi gerakan turun ke sawah harus mulai dikumandangkan, utamanya sebagai contoh kepada generasi berikutnya,” ujar Ustadz Husni penuh semangat.
Semangat kerja keras yang menghidupkan persawahan Wonoasih ini tidak lepas dari landasan ideologis warga Nahdliyin. Jauh terdahulu, pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, telah menegaskan pentingnya membangun sektor pertanian lewat fatwanya.
Bagi Mbah Hasyim, bertani bukan sekadar mata pencaharian untuk menyambung hidup, melainkan pilar utama perjuangan bangsa. Melalui pengelolaan lahan yang modern namun tetap mempertahankan corak gotong royong, LPPNU bersama petani Wonoasih optimistis bahwa siklus tanam kali ini tidak hanya akan membawa hasil panen yang melimpah, tetapi juga keberkahan yang merata bagi kesejahteraan bangsa agar dapat berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).
- Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
- Editor: Rizal wahyudi