Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Gus Hilman: Prestasi Olahraga Jangan Hanya Diukur dari Medali

Gus Hilman: Prestasi Olahraga Jangan Hanya Diukur dari Medali

  • account_circle Ahmad Ridho
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 2.545
  • print Cetak

JAKARTA – Prestasi olahraga nasional tak cukup diukur dari banyaknya medali yang dibawa pulang atlet. Jaminan kesejahteraan, masa depan atlet, hingga tata kelola pembinaan yang profesional juga harus menjadi bagian penting dari pembangunan olahraga Indonesia.

Hal itu perhatian Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman, anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam mendorong penguatan ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan.

Menurut Gus Hilman, pembinaan atlet tidak boleh berhenti pada target kemenangan di arena pertandingan. Negara juga perlu memastikan para atlet memperoleh dukungan yang memadai selama menjalani karier hingga setelah tidak lagi aktif berkompetisi.

“Prestasi olahraga tidak boleh hanya diukur dari medali yang diraih. Kita juga harus memastikan kesejahteraan atlet terjamin, termasuk kepastian masa depan mereka setelah tidak lagi aktif bertanding,” tegasnya.

Bagi Gus Hilman, atlet merupakan bagian penting dari aset bangsa. Perjuangan mereka mengharumkan nama Indonesia semestinya diimbangi dengan sistem pembinaan yang terencana, perlindungan kesejahteraan, serta perhatian terhadap keberlanjutan karier.

Reformasi Birokrasi Harus Berdampak

Selain kesejahteraan atlet, pembenahan tata kelola olahraga juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diharapkan tidak berhenti pada perubahan administratif, tetapi mampu menghadirkan kebijakan yang menjawab persoalan nyata di lapangan.

“Reformasi birokrasi di Kemenpora harus benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan. Pembinaan atlet usia dini, tata kelola organisasi olahraga, hingga persiapan kompetisi harus berjalan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya

Sebagai mitra kerja Kemenpora, Komisi X DPR RI memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program-program pemerintah di bidang kepemudaan dan olahraga.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi pembinaan atlet usia dini, tata kelola organisasi induk cabang olahraga, serta kesiapan menghadapi berbagai ajang olahraga multi-cabang.

Pembinaan atlet usia dini, misalnya, membutuhkan proses panjang dan konsisten. Ketersediaan fasilitas latihan, kualitas pelatih, penjaringan bakat, serta dukungan pembinaan yang berkesinambungan menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet berprestasi.

Sementara itu, organisasi olahraga perlu didorong untuk menjalankan tata kelola yang profesional dan transparan. Pengelolaan program serta penggunaan anggaran juga harus berorientasi pada hasil yang terukur.

Prestasi dan Masa Depan Atlet Harus Sejalan

Tantangan olahraga Indonesia bukan hanya bagaimana memenangkan pertandingan, melainkan juga membangun sistem yang mampu menjaga keberlanjutan prestasi.

Atlet membutuhkan kepastian bahwa pengorbanan, disiplin, dan perjuangan mereka mendapatkan perhatian yang layak. Karena itu, pembangunan olahraga perlu melibatkan pemerintah, DPR, organisasi cabang olahraga, pelatih, atlet, serta masyarakat.

Sinergi antarpemangku kepentingan tersebut menjadi penting agar program pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan kebijakan yang disusun benar-benar memberikan manfaat bagi atlet.

Dorongan Gus Hilman menegaskan pentingnya melihat olahraga secara lebih menyeluruh. Prestasi tetap menjadi tujuan, tetapi kesejahteraan atlet dan kualitas tata kelola merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan.

Dengan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan, olahraga Indonesia diharapkan tidak hanya mampu melahirkan juara, tetapi juga memberikan masa depan yang lebih baik bagi para atlet yang telah berjuang membawa nama bangsa. (*)

  • Penulis: Ahmad Ridho

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi marah sama dengan emas

    Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pernahkah kamu menyesal setelah mengucapkan kata-kata kasar saat marah? Kata-kata yang keluar di saat emosi memuncak sering kali meninggalkan luka yang jauh lebih dalam dari yang kita bayangkan. Islam sudah jauh lebih dulu mengajarkan solusi yang sederhana namun sangat powerful untuk mengendalikan amarah yaitu diam. Bukan diam karena kalah atau tidak punya jawaban, tapi diam […]

  • Kemenag Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026: Usung Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

    Kemenag Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026: Usung Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 126
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Santri Tahun 2026. Mengusung tema utama “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (22/9/2026). “Dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian acara, logo dan tema Hari Santri Tahun 2026 secara resmi […]

  • NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Fasilitasi Penyerahan Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Amanda Indonesia

    NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Fasilitasi Penyerahan Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Amanda Indonesia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Probolinggo, Aksi nyata kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh NU Care-Lazisnu PCNU Kota Probolinggo.  Jumat, (03/06/2026). Lembaga yang bergerak dalam bidang filantropi, kemanusian, sosial dan pemberdayaan ummat memfasilitasi penyaluran bantuan satu unit kursi roda untuk penyandang disabilitas atas nama Safa Ayunda, warga Pohsangit Kidul. ​Bantuan kursi roda ini merupakan wujud sinergi antara Yayasan Amanda Indonesia (Y-AMI) dengan […]

  • Kuatkan Amaliyah dan Kemandirian Umat, Ranting NU dan Ansor Kedunggaleng Gelar Lailatul Ijtima

    Kuatkan Amaliyah dan Kemandirian Umat, Ranting NU dan Ansor Kedunggaleng Gelar Lailatul Ijtima

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 109
    • 0Komentar

      PROBOLINGGO – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Kedunggaleng bersinergi dengan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Kedunggaleng menggelar kegiatan Lailatul Ijtima pada Minggu (02/08/2026). Majelis silaturahmi dan penguatan amaliyah An-Nahdliyah ini bertempat di Musholla Shirotol Mustaqim dan dihadiri oleh jajaran syuriyah, tanfidziyah, pimpinan badan otonom (banom), serta warga NU setempat. Rangkaian acara diawali dengan […]

  • Jaga Sanad Perjuangan, PC IPNU Kota Probolinggo Gelar Turba Kaderisasi ke PP Raudlotut Tholibin

    Jaga Sanad Perjuangan, PC IPNU Kota Probolinggo Gelar Turba Kaderisasi ke PP Raudlotut Tholibin

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo terus bergerak masif dalam memperkokoh akar organisasi di tingkat basis. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah dengan menggelar Turun ke Bawah (Turba) ke Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin, Kademangan, Kota Probolinggo, pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan Turba ini diinisiasi sebagai upaya strategis untuk memperkuat […]

  • Santri Berdaya: Merawat Tradisi, Menjaga Harmoni, dan Membangun Peradaban

    Santri Berdaya: Merawat Tradisi, Menjaga Harmoni, dan Membangun Peradaban

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle H. Ahmad Hudri
    • visibility 2.235
    • 0Komentar

    Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari santri. peringatan hari santri bukan sekedar seremonial. Namun lebih dari itu, bahwa peringatan hari santri sebagai penanda tonggak sejarah panjang perjuangan anak bangsa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan dari jerat kolonialisme. Bahkan kini santri menjadi entitas moral yang dengan setia mengawal dan merawat moralitas dan karakter anak bangsa. Santri […]

expand_less