PBNU Tetapkan 9 Pesantren Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
- account_circle Ulil Hadi Ernanda Putra
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
- visibility 94
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergerak cepat menyiapkan gelaran permusyawaratan tertinggi organisasi. Rapat Harian Tanfidziyah PBNU yang berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026), secara resmi menetapkan pembentukan tim survei untuk meninjau calon lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan bakal digelar pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026 mendatang. Langkah pembentukan tim survei ini merupakan tindak lanjut dari amanat Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang sebelumnya sukses diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20-22 Juni 2026 lalu.
Wakil Ketua Umum PBNU, KH Amin Said Husni, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekomendasi Munas-Konbes, terdapat sembilan pondok pesantren yang tersebar di lima provinsi yang menjadi kandidat kuat tuan rumah forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut.
“Titik-titiknya sudah ditentukan tadi dalam rapat panitia,” ujar Kiai Amin dilansir dari TVNU.
Sembilan pondok pesantren yang masuk dalam radar tim survei PBNU tersebut adalah:
-
Pondok Pesantren Al-Falah, Padang (Sumatera Barat)
-
Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta (DKI Jakarta)
-
Pondok Pesantren Darurahman, Jakarta (DKI Jakarta)
-
Pondok Pesantren Buntet, Cirebon (Jawa Barat)
-
Pondok Pesantren Babakan, Cirebon (Jawa Barat)
-
Pondok Pesantren Kempek, Cirebon (Jawa Barat)
-
Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (Jawa Timur)
-
Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang (Jawa Timur) — dengan catatan khusus disurvei untuk alternatif lokasi pembukaan muktamar
-
Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok (Nusa Tenggara Barat)
Kiai Amin melanjutkan, tim survei yang dibentuk tidak akan mengulur waktu. Mereka dijadwalkan langsung turun ke lapangan untuk bekerja pada akhir pekan ini, yakni Sabtu dan Minggu, 4-5 Juli 2026.
Hasil dari peninjauan menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur dan fasilitas di sembilan pesantren tersebut nantinya akan langsung dilaporkan dan digodok dalam forum krusial organisasi.
“Hasilnya akan segera dilaporkan pada Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah yang diagendakan pada hari Selasa tanggal 7 Juli yang akan datang,” jelas Kiai Amin.
Mantan Bupati Bondowoso dua periode ini pun optimis bahwa kepastian mengenai tempat berlabuhnya Muktamar ke-35 NU akan menemui titik terang pada awal pekan depan.
“Insyaallah pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah tanggal 7 Juli itu sudah bisa diputuskan mengenai lokasi muktamar yang final,” pungkasnya.
- Penulis: Ulil Hadi Ernanda Putra
- Editor: M Rizal Wahyudi
- Sumber: TVNU