Ketua PCNU Kota Probolinggo: Santri Harus Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Tradisi Pesantren
- account_circle admin
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak

PROBOLINGGO – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menghadapi tantangan zaman. Jika pada masa perjuangan kemerdekaan santri berkontribusi melalui perjuangan mempertahankan tanah air, kini santri dituntut mengambil peran melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, kemandirian ekonomi, serta penguatan akhlak.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo, H. Arbai Hasan, dalam sambutannya pada apel peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026), di Pondok Pesantren Zainul Ishlah, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat perjuangan santri harus terus hidup meskipun tantangan yang dihadapi telah berubah. Perjuangan santri masa kini tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian keagamaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan masyarakat.
“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan zaman menuntut santri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai yang telah diwariskan pesantren. Penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus membuka diri terhadap kemajuan. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, memiliki wawasan luas, dan adaptif terhadap perubahan.
“Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa santri harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Hal itu dapat diwujudkan melalui penguatan kapasitas diri, kepedulian sosial, kemandirian ekonomi, serta pengamalan nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Santri Nasional, lanjutnya, tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum ini perlu menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab historis sekaligus tantangan masa depan untuk terus berkontribusi bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Dengan semangat tersebut, santri Kota Probolinggo diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren.
“Semangat perjuangan boleh berubah bentuk, tetapi pengabdian santri kepada negeri harus tetap menyala,” tutupnya.
- Penulis: admin