Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Nasional » Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

  • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 230
  • print Cetak

Jakarta, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) secara tegas mengeluarkan petisi penolakan terhadap sejumlah rancangan regulasi pertembakauan yang tengah digodok pemerintah. Aturan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut dinilai mengancam hajat hidup para petani dan buruh tembakau.

​Petisi tersebut dibacakan di sela-sela agenda Dialog Kebudayaan yang berlangsung di Lantai 5 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026).

​Ketua Lesbumi PBNU, KH Jadul Maula, menyampaikan bahwa rancangan peraturan tersebut sangat berpotensi mengganggu, bahkan membunuh ekosistem industri tembakau nasional yang selama ini menjadi sandaran hidup masyarakat bawah.

​”Kita ini mencemaskan dan mengkhawatirkan tentang apa yang sedang dibahas dan akan disahkannya rancangan keputusan dari Menteri Koordinator PMK dan juga dari Menteri Kesehatan,” ujar Kiai Jadul.

​Kiai Jadul memaparkan, setidaknya ada beberapa poin dalam rancangan aturan tersebut yang dinilai sangat memberatkan dan tidak berpihak pada kearifan lokal. Salah satunya adalah pembatasan kadar nikotin dan tar yang standarnya mustahil dipenuhi oleh tembakau hasil panen petani lokal.

​Selain itu, regulasi tersebut juga memuat aturan pelarangan bahan tambahan seperti rasa dan warna, hingga rencana penerapan kemasan polos (plain packaging). Menurutnya, aturan-aturan ini secara perlahan dapat mematikan industri rokok kretek nasional yang sarat akan nilai sejarah dan budaya nusantara.

​”Itu akan mematikan industri rokok kretek nasional dan jelas dampaknya kepada petani tembakau serta semua mata rantai kehidupan yang terkait dengan tembakau dan rokok ini,” sambung pengasuh Pesantren Kaliopak Yogyakarta tersebut.

​Melalui petisi ini, Lesbumi PBNU berkomitmen untuk terus mengawal jalannya aspirasi para petani yang dinilai sedang menghadapi ketidakadilan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

​Jika suara penolakan ini tidak didengar dan pemerintah tetap bersikukuh melanjutkan pembahasan, Lesbumi PBNU siap menempuh jalur hukum yang lebih tinggi. Tak hanya itu, isu perlindungan petani tembakau ini juga diusahakan untuk dibawa ke forum tertinggi organisasi, yakni Muktamar NU yang akan digelar pada 1 Agustus mendatang.

​Sebagai informasi, ada tiga rancangan regulasi yang menjadi objek penolakan dalam petisi Lesbumi PBNU kali ini, yaitu:

​1. Rancangan Peraturan Menko PMK tentang batas kandungan nikotin dan tar pada produk industri tembakau.

​2. Rancangan Keputusan Menteri Kesehatan tentang bahan tambahan yang dilarang pada produk tembakau dan rokok elektronik.

​3. Rancangan Keputusan Menteri Kesehatan tentang peringatan kesehatan dan informasi pada produk tembakau dan rokok elektronik.

​Lesbumi PBNU berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut demi menjaga kemaslahatan masyarakat luas, khususnya para petani tembakau di berbagai daerah di Indonesia

  • Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
  • Editor: Anas Fathullah
  • Sumber: TVNU

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan

    5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Boy Ardiansyah
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Komitmen Nahdlatul Ulama dalam memperkuat pendidikan berbasis masyarakat kembali ditegaskan melalui Sidang Pleno III Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026. Dalam sidang yang berlangsung di Aula Induk Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, pada Senin (22/6/2026), peserta secara resmi mengesahkan rumusan Komisi Rekomendasi mengenai peningkatan kualitas pendidikan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Sidang dipimpin langsung oleh […]

  • Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Probolinggo, nukotaprobolinggo.or.id — Pengurus Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Probolinggo bersama Jam’iyah Manaqib menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan kemanusiaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung khidmat di Yayasan Nurul Qodiri, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (8/7/2026). Dipilihnya Yayasan Nurul […]

  • Sambut Siklus Tanam Baru, Petani Wonoasih dan LPPNU Kota Probolinggo Hidupkan Semangat Fatwa Pertanian KH Hasyim Asy’ari

    Sambut Siklus Tanam Baru, Petani Wonoasih dan LPPNU Kota Probolinggo Hidupkan Semangat Fatwa Pertanian KH Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Probolinggo , Menyambut siklus tanam baru di tengah cuaca yang cerah, para petani di wilayah Wonoasih, Kota Probolinggo, mulai bersiap mengolah lahan pada Sabtu (4/7/2026). Langkah strategis demi menjaga ketahanan pangan di tingkat akar rumput ini dilakukan melalui kolaborasi erat bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Probolinggo dan koordinator kelompok tani kecamatan setempat. […]

  • Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Anti-Bullying, PC IPPNU Kota Probolinggo Sapa Santri Pesantren Annur

    Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Anti-Bullying, PC IPPNU Kota Probolinggo Sapa Santri Pesantren Annur

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo hadir menyemarakkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di lingkungan Pondok Pesantren Annur, Sumbertaman, Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini menyasar para santri baru yang menempuh pendidikan di dua lembaga di bawah naungan pesantren tersebut, yakni MTs Intisyarul Ulum dan SMK Annur. […]

  • Muktamar ke-35 NU: Menyemai Kembali Gagasan KH. Abdul Wahab Chasbullah

    Muktamar ke-35 NU: Menyemai Kembali Gagasan KH. Abdul Wahab Chasbullah

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Najibur Rohman
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi. Lebih dari itu, muktamar ini menjadi momentum historis karena berlangsung di salah satu ruang lahirnya gagasan besar yang membentuk wajah Nahdlatul Ulama hingga hari ini. Tambak Beras bukan sekadar pondok pesantren. Di […]

  • Rekan Rudi Sulap Jagung dan Tempe Jadi Inovasi Pangan Lokal, Raih Pemenang Pemuda Pelopor Kota Probolinggo 2026

    Rekan Rudi Sulap Jagung dan Tempe Jadi Inovasi Pangan Lokal, Raih Pemenang Pemuda Pelopor Kota Probolinggo 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Moch. PutraVikry Romadhoni
    • visibility 2.138
    • 0Komentar

    Probolinggo — Di tengah derasnya arus makanan instan dan produk impor yang semakin akrab di lidah generasi muda, Muhammad Rudi memilih mengambil jalan berbeda. Pemuda asal Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu justru melihat harapan pada pangan yang selama ini akrab dengan kehidupan masyarakat, yakni jagung dan tempe. Langkah tersebut membawanya meraih gelar […]

expand_less