Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Nasional » ​Buka Muktamar Ke-35 NU, Presiden Prabowo : Jangan Lupakan Jasa Ulama

​Buka Muktamar Ke-35 NU, Presiden Prabowo : Jangan Lupakan Jasa Ulama

  • account_circle M Rizal Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 71
  • print Cetak

JOMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka perhelatan akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Dalam pidato takzimnya di hadapan ribuan kiai, ibu nyai, dan muktamirin, Presiden menegaskan besarnya kontribusi ulama dan kaum sarungan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di hadapan Rais ’Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta para masyayikh, Presiden Prabowo menggaungkan akronim Jas Hijau sebagai pengingat sejarah perjuangan bangsa.

“Kalau Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan Jas Hijau: jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” ujar Presiden Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, namun ujian terberatnya dipertaruhkan dalam Pertempuran Surabaya 1945 lewat Resolusi Jihad yang digelorakan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari bersama para kiai dan santri.

Presiden menyampaikan rasa hormat mendalam kepada seluruh alim ulama, habaib, pengasuh pondok pesantren, hingga para kiai kampung di pelosok Tanah Air yang tanpa pamrih terus merawat akhlak generasi bangsa dan menjaga kerukunan umat.

Ia juga menyinggung syair Ya Lal Wathan gubahan KH Abdul Wahab Chasbullah yang diciptakan belasan tahun sebelum kemerdekaan sebagai bukti nyata bahwa spirit nasionalisme kaum santri telah mengakar jauh sebelum republik ini berdiri.

“Cita-cita pendiri NU adalah agar bangsa Indonesia bangkit, terhormat, adil, dan makmur. Nahdlatul Ulama selalu hadir di setiap krisis bangsa dan ikut menentukan stabilitas keamanan serta masa depan Indonesia,” tuturnya.

Terkait fasilitas pendidikan keagamaan, Presiden Prabowo berkomitmen mempercepat pemerataan fasilitas digital bagi sekolah dan madrasah/pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Ia memastikan keterlambatan distribusi layar interaktif (smart board) akan segera dituntaskan agar fasilitas pendidikan santri setara dengan sekolah negeri.

“Semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif. Tahun ini sekolah negeri menerima tambahan, tetapi madrasah dan sekolah NU akan segera menerima langsung secara merata,” tegasnya.

Presiden menutup sambutannya dengan optimisme bahwa kemajuan bangsa tak lepas dari khidmah para ulama dan warga nahdliyin.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmah, Indonesia bermartabat,” pungkas Presiden.

Prosesi pembukaan Muktamar Ke-35 NU ditandai dengan penabuhan beduk oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan PBNU, dan para kiai sepuh.

  • Penulis: M Rizal Wahyudi
  • Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unjuk Kreativitas dan Latihan Mental, Siswa MTs Nusantara Tumpah Ruah di Panggung Pensi HUT RI ke-81

    Unjuk Kreativitas dan Latihan Mental, Siswa MTs Nusantara Tumpah Ruah di Panggung Pensi HUT RI ke-81

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 176
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 membahana di lingkungan MTs Nusantara pada (15/8/2026). Ratusan siswa, dewan guru, hingga warga madrasah tumpah ruah di halaman sekolah untuk menghadiri acara puncak sekaligus penutupan semarak HUT RI melalui gelaran Pentas Seni (Pensi). Agenda yang telah rutin berjalan selama dua tahun terakhir ini selalu menjadi momen yang paling […]

  • Angka Kasus HIV Terus Naik, Video Viral LGBT Jadi Alarm Keras bagi Lembaga Pendidikan di Probolinggo

    Angka Kasus HIV Terus Naik, Video Viral LGBT Jadi Alarm Keras bagi Lembaga Pendidikan di Probolinggo

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Baru-baru ini, publik Probolinggo dihebohkan oleh viralnya video aktivitas komunitas LGBT di media sosial. Sontak, kejadian ini memicu perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, hingga berbagai lembaga pendidikan dan pesantren di wilayah Kota maupun Kabupaten Probolinggo. Di tengah derasnya arus digitalisasi, kejadian ini menjadi alarm keras. Lembaga pendidikan, khususnya pesantren, […]

  • Agama di Tengah Konflik Ekologis: Belajar dari Gus Dur

    Agama di Tengah Konflik Ekologis: Belajar dari Gus Dur

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Ahmad Navid Dzauqil Amin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Indonesia akhir-akhir ini terdapat berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah, terutama Riau, Kalimantan, Bangka Belitung, Jawa Timur hingga Sumatera. Pembabatan hutan di tanah Papua yang saat ini menjadi topik hangan untuk dijadikan proyek besar pemerintah sebagai swasembada pangan. Gelombang besar protes terjadi, aktivis, pegiat lingkungan, pers bergerak […]

  • Seminar Fikih Perempuan : Wanita Boleh Memimpin, tapi Surga Tetap di Suami

    Seminar Fikih Perempuan : Wanita Boleh Memimpin, tapi Surga Tetap di Suami

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Sebagai agenda pembuka sebelum dimulainya prosesi pelantikan pengurus baru, Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Probolinggo menggelar Seminar Fikih Perempuan di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kota Probolinggo, Minggu (19/7/2026). Seminar yang menghadirkan Umi Hanik sebagai pemateri utama ini mengupas tuntas transformasi peran perempuan dari masa ke masa serta bagaimana hukum Islam […]

  • KH Abdur Rozaq Wafat, Ketua PCNU Ajak Kader Teladani Spirit Perjuangan Almarhum

    KH Abdur Rozaq Wafat, Ketua PCNU Ajak Kader Teladani Spirit Perjuangan Almarhum

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Wafatnya KH Abdur Rozaq memantik rasa duka yang mendalam tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga di jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Ketua PCNU, H Arbai Hasan, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat besar atas berpulangnya salah satu kader ulama terbaiknya. Jumat (10/07/2026) ​”Kami atas nama keluarga besar PCNU menyampaikan takziah dan rasa […]

  • Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) secara tegas mengeluarkan petisi penolakan terhadap sejumlah rancangan regulasi pertembakauan yang tengah digodok pemerintah. Aturan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut dinilai mengancam hajat hidup para petani dan buruh tembakau. ​Petisi tersebut […]

expand_less