Buka Muktamar Ke-35 NU, Presiden Prabowo : Jangan Lupakan Jasa Ulama
- account_circle M Rizal Wahyudi
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 77
- print Cetak

Sambutan Presiden Prabowo Subianto Pembukaan Muktamar ke-35 NU | Foto : Andika Barera
JOMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka perhelatan akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Dalam pidato takzimnya di hadapan ribuan kiai, ibu nyai, dan muktamirin, Presiden menegaskan besarnya kontribusi ulama dan kaum sarungan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di hadapan Rais ’Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta para masyayikh, Presiden Prabowo menggaungkan akronim Jas Hijau sebagai pengingat sejarah perjuangan bangsa.
“Kalau Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan Jas Hijau: jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” ujar Presiden Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, namun ujian terberatnya dipertaruhkan dalam Pertempuran Surabaya 1945 lewat Resolusi Jihad yang digelorakan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari bersama para kiai dan santri.
Presiden menyampaikan rasa hormat mendalam kepada seluruh alim ulama, habaib, pengasuh pondok pesantren, hingga para kiai kampung di pelosok Tanah Air yang tanpa pamrih terus merawat akhlak generasi bangsa dan menjaga kerukunan umat.
Ia juga menyinggung syair Ya Lal Wathan gubahan KH Abdul Wahab Chasbullah yang diciptakan belasan tahun sebelum kemerdekaan sebagai bukti nyata bahwa spirit nasionalisme kaum santri telah mengakar jauh sebelum republik ini berdiri.
“Cita-cita pendiri NU adalah agar bangsa Indonesia bangkit, terhormat, adil, dan makmur. Nahdlatul Ulama selalu hadir di setiap krisis bangsa dan ikut menentukan stabilitas keamanan serta masa depan Indonesia,” tuturnya.
Terkait fasilitas pendidikan keagamaan, Presiden Prabowo berkomitmen mempercepat pemerataan fasilitas digital bagi sekolah dan madrasah/pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Ia memastikan keterlambatan distribusi layar interaktif (smart board) akan segera dituntaskan agar fasilitas pendidikan santri setara dengan sekolah negeri.
“Semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif. Tahun ini sekolah negeri menerima tambahan, tetapi madrasah dan sekolah NU akan segera menerima langsung secara merata,” tegasnya.
Presiden menutup sambutannya dengan optimisme bahwa kemajuan bangsa tak lepas dari khidmah para ulama dan warga nahdliyin.
“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmah, Indonesia bermartabat,” pungkas Presiden.
Prosesi pembukaan Muktamar Ke-35 NU ditandai dengan penabuhan beduk oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan PBNU, dan para kiai sepuh.
- Penulis: M Rizal Wahyudi
- Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra