Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Banom » IPNU IPPNU » Terpilih Pimpin IPNU-IPPNU Kanigaran, Wira dan Syafira Siapkan Sejumlah Program, Usung Organisasi sebagai Rumah Kedua Kader

Terpilih Pimpin IPNU-IPPNU Kanigaran, Wira dan Syafira Siapkan Sejumlah Program, Usung Organisasi sebagai Rumah Kedua Kader

  • account_circle Moch. Putra Vikry Romadhoni
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 221
  • print Cetak

PROBOLINGGO – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kanigaran yang diselenggarakan Pada Minggu (2/6/2026) tak sekadar melahirkan kepengurusan baru. Forum yang di adakan di Aula Kemenag Kota Probolinggo tersebut juga menghadirkan semangat baru melalui terpilihnya Muhammad Hasan Wira Stika sebagai Ketua PAC IPNU dan Syafira Nur Aulia sebagai Ketua PAC IPPNU Kanigaran untuk Periode 2026 – 2028.

Keduanya mengusung visi yang sama, yakni menjadikan PAC IPNU-IPPNU Kanigaran sebagai rumah kedua bagi para pelajar Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus menghadirkan organisasi yang lebih inklusif, aktif, dan berdampak bagi masyarakat.

Ketua terpilih PAC IPNU Kanigaran, Muhammad Hasan Wira Stika, mengaku tidak pernah menyangka akan menerima amanah tersebut. Mahasiswa asal Kelurahan Sokoharjo itu mengatakan, namanya sempat beberapa kali disebut sebagai calon ketua, namun awalnya hanya dianggap sebagai candaan.

Wira, sapaannya, memang pernah memiliki keinginan menjadi ketua, tetapi waktu ia masih ragu karena merasa belum memiliki pengalaman organisasi yang cukup.

Dorongan dari para kader, senior dan keinginan untuk terus berkembang akhirnya memantapkan langkah Wira menerima amanah tersebut. Baginya, memimpin organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan kapasitas diri.

Ke depan, Wira ingin memperkuat kader yang sudah ada dengan pendekatan yang lebih personal. Menurutnya, hubungan antarkader tidak boleh dibatasi oleh senioritas, tetapi dibangun atas dasar kekeluargaan.

Salah satu program yang akan dikembangkan adalah pembaruan konsep kegiatan rutinan. Ia berharap agenda yang selama ini bersifat formal dapat dikemas lebih menarik agar mampu meningkatkan partisipasi kader.

“Kegiatan rutin tetap ada, tetapi akan kami kemas lebih kreatif, misalnya dipadukan dengan kegiatan jalan-jalan atau wisata edukatif sehingga kader lebih antusias mengikuti,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah menjaga minat kader agar tetap aktif. Ia menilai jumlah kader sebenarnya cukup banyak, namun yang hadir dalam setiap kegiatan masih didominasi oleh orang-orang yang sama.

Sementara itu, Ketua terpilih PAC IPPNU Kanigaran, Syafira Nur Aulia, mengaku awalnya sempat ragu menerima amanah tersebut. Mahasiswi asal Kelurahan Kanigaran itu merasa pengalaman organisasinya yang baru berjalan sekitar satu tahun masih belum cukup.

Syafira mengatakan, sempat merasa ragu menerima amanah sebagai ketua karena pengalaman organisasinya yang baru berjalan sekitar satu tahun. Namun, dorongan dan kepercayaan dari kader lainnya membuatnya mantap menerima amanah tersebut.

Ia memiliki visi menjadikan PAC IPPNU Kanigaran sebagai rumah kedua bagi para kader perempuan untuk belajar, bergerak, saling menguatkan, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, kaderisasi tetap menjadi fokus utama kepengurusan mendatang. Selain memperkuat pelaksanaan Diklatama, ia juga ingin menghadirkan berbagai program pembinaan kader yang lebih berkelanjutan.

Tidak hanya itu, Syafira juga merancang sejumlah program sosial, seperti bakti sosial, pemeriksaan Kesehatan gratis, edukasi kesehatan, hingga pengembangan potensi pelajar melalui kegiatan berbasis keterampilan.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi kader, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Misalnya melalui bakti sosial, cek Kesehatan gratis, edukasi kesehatan, hingga sekolah digital berbasis skill,” paparnya.

Di bidang pengembangan pelajar, ia menggagas program Duta Pelajar NU yang dinilai perlu dihadirkan di Kota Probolinggo. Menurutnya, hingga saat ini belum ada program serupa yang secara khusus menjadi wadah bagi pelajar NU untuk mengembangkan potensi, kepemimpinan, dan keterampilan.

Di Penguatan jaringan organisasi di tingkat sekolah juga menjadi perhatian. Ia menilai keberadaan Pimpinan Komisariat (PK), terutama di sekolah negeri, masih perlu diperluas karena belum semua sekolah memiliki wadah kaderisasi IPNU-IPPNU. Oleh sebab itu, pembentukan PK baru akan menjadi salah satu fokus kepengurusan pada masa khidmat mendatang.

Selain itu, komunikasi antarkader menjadi tantangan lain yang akan dibenahi. Syafira menyebut sekitar separuh kader saat ini belum aktif mengikuti kegiatan organisasi sehingga diperlukan pendekatan yang lebih intensif.

Wira dan Syafira sama-sama berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan organisasi yang semakin solid, hangat, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh kader maupun masyarakat.

  • Penulis: Moch. Putra Vikry Romadhoni
  • Editor: M Rizal Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Kerawanan Pemilu 2029, LBH Ansor Kota Probolinggo Gandeng Bawaslu

    Antisipasi Kerawanan Pemilu 2029, LBH Ansor Kota Probolinggo Gandeng Bawaslu

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda Putra
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Probolinggo  – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor resmi menjalin kolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Probolinggo. Sinergi ini dibangun sebagai langkah awal untuk memperkuat pengawasan partisipatif dari unsur masyarakat sipil guna menyelenggarakan Pemilu Nasional 2029. Senin, (29/06/2026). Langkah taktis ini diambil guna memastikan pelaksanaan pemilihan Presiden, DPR RI, dan DPD di masa mendatang […]

  • Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle H Samsur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital. Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral kontemporer […]

  • Rawat Warisan Tokoh Agama, PRNU Sumber Taman Probolinggo Konsisten Gelar Ngaji Kitab

    Rawat Warisan Tokoh Agama, PRNU Sumber Taman Probolinggo Konsisten Gelar Ngaji Kitab

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Probolinggo, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sumber Taman kembali menggelar kegiatan rutin “Malam Reboan” Selasa (14/07/2026). Kegiatan religius tersebut dilaksanakan guna meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta mempererat tali silaturahmi antar warga Nahdliyin di lingkungan sekitar. Ustd Sayadi selaku sekertaris pengurus ranting NU Sumber Taman mengungkapkan bahwa kegiatan yang sudah turun menurun sejak 5 tahun terakhir, […]

  • Kuatkan Amaliyah dan Kemandirian Umat, Ranting NU dan Ansor Kedunggaleng Gelar Lailatul Ijtima

    Kuatkan Amaliyah dan Kemandirian Umat, Ranting NU dan Ansor Kedunggaleng Gelar Lailatul Ijtima

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 103
    • 0Komentar

      PROBOLINGGO – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Kedunggaleng bersinergi dengan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Kedunggaleng menggelar kegiatan Lailatul Ijtima pada Minggu (02/08/2026). Majelis silaturahmi dan penguatan amaliyah An-Nahdliyah ini bertempat di Musholla Shirotol Mustaqim dan dihadiri oleh jajaran syuriyah, tanfidziyah, pimpinan badan otonom (banom), serta warga NU setempat. Rangkaian acara diawali dengan […]

  • Mahfud MD: Khittah Bukan Berarti NU Tak Boleh Berpolitik

    Mahfud MD: Khittah Bukan Berarti NU Tak Boleh Berpolitik

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JOMBANG – Pakar hukum tata negara sekaligus tokoh nasional, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, menegaskan bahwa prinsip Khittah 1926 hasil Munas NU 1984 kerap disalahartikan sebagai larangan bagi Nahdlatul Ulama untuk berpolitik. Menurutnya, Khittah menuntut NU netral dari afiliasi partai politik praktis, namun tetap wajib menjalankan peran politik kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam […]

  • AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

    AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 84
    • 0Komentar

    JOMBANG – Melalui musyawarah mufakat, anggota Ahlu Halli wal Aqli (AHWA) memutuskan KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. ​Penetapan ini berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang digelar di Dalem KH Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, […]

expand_less