Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Nasional » Mahfud MD: Khittah Bukan Berarti NU Tak Boleh Berpolitik

Mahfud MD: Khittah Bukan Berarti NU Tak Boleh Berpolitik

  • account_circle M Rizal Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 126
  • print Cetak

JOMBANG – Pakar hukum tata negara sekaligus tokoh nasional, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, menegaskan bahwa prinsip Khittah 1926 hasil Munas NU 1984 kerap disalahartikan sebagai larangan bagi Nahdlatul Ulama untuk berpolitik. Menurutnya, Khittah menuntut NU netral dari afiliasi partai politik praktis, namun tetap wajib menjalankan peran politik kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam Musyawarah Besar Mubes Warga NU yang digelar di halaman Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak, Jumat (28/8/2026). yang turut dihadiri Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH Umar Wahid, Nyai Farida, serta Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhadjir.

“Orang sering menyalahartikan Khittah itu tidak boleh berpolitik, salah! Khittah itu netral dari partai politik, tapi tetap berpolitik. Karena NU lahir sebagai gerakan politik untuk memperbaiki negara dan bangsa,” ungkap Mahfud.

Mahfud menerangkan bahwa politik memiliki dimensi yang luas (polis), yakni keterlibatan warga dalam memengaruhi kebijakan negara. Jalur politik elektoral melalui partai politik berada di ranah legislatif, sementara ranah eksekutif dan yudikatif dapat diisi oleh akademisi, profesional, maupun figur gerakan masyarakat sipil.

Mengutip pandangan Gus Dur, Mahfud membedakan antara organisasi politik (partai politik) dan gerakan politik (politik aspiratif). Ormas keagamaan seperti NU, media, maupun kelompok masyarakat sipil sah melakukan gerakan politik lewat edukasi publik, advokasi, dan pernyataan sikap demi kemaslahatan umum.

Dalam paparannya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menguraikan tipologi warga NU ke dalam dua pilar: jam’iyyah (struktural organisasi) dan jamaah (kultural/pengikut).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun kalimatun sawa’ titik temu aspirasi bersama lintas agama, suku, dan golongan anak bangsa sebagaimana seruan Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 64.

“Nilai universal seperti penegakan keadilan, melahirkan pemimpin yang jujur dan bersih, menjaga kelestarian lingkungan, serta keberanian menyampaikan kebenaran di hadapan kekuasaan adalah bagian dari kalimatun sawa’. Ini harus terus disuarakan oleh jam’iyyah dan jamaah,” paparnya.

Memasuki abad kedua NU, Mahfud mengingatkan bahwa tugas konsolidasi kebangsaan dan kedaulatan NKRI pada fase abad pertama telah berhasil dilalui dengan gemilang, ditandai dengan banyaknya kader NU di berbagai sektor strategis bangsa.

Namun, ia mengingatkan ancaman serius yang kini membayangi masa depan bangsa, yakni kemerosotan penegakan hukum dan maraknya praktik korupsi.

“Tantangan terbesar yang mengancam Indonesia saat ini adalah lemahnya penegakan hukum dan korupsi yang merajalela. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa NU, baik jam’iyyah maupun jamaahnya, abai dan tidak berhasil melawan kezaliman serta menegakkan hukum,” pungkas Mahfud.

  • Penulis: M Rizal Wahyudi
  • Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031

    KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    JOMBANG – KH Miftachul Akhyar resmi kembali ditetapkan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031 dalam perhelatan Muktamar Ke-35 NU. Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat oleh sembilan kiai sepuh yang tergabung dalam formatur Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).  Penetapan Rais Aam dilakukan setelah sembilan anggota AHWA menggelar musyawarah tertutup […]

  • Konferensi Anak Cabang (Konferancab) PAC IPNU-IPPNU Kanigaran menghasilkan kepemimpinan baru, . Muhammad Hasan Wira Stika dan Syafira Nur Aulia

    Terpilih Pimpin IPNU-IPPNU Kanigaran, Wira dan Syafira Siapkan Sejumlah Program, Usung Organisasi sebagai Rumah Kedua Kader

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Moch. Putra Vikry Romadhoni
    • visibility 264
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kanigaran yang diselenggarakan Pada Minggu (2/6/2026) tak sekadar melahirkan kepengurusan baru. Forum yang di adakan di Aula Kemenag Kota Probolinggo tersebut juga menghadirkan semangat baru melalui terpilihnya Muhammad Hasan Wira Stika sebagai Ketua PAC IPNU dan Syafira Nur Aulia sebagai Ketua PAC IPPNU Kanigaran […]

  • Kerjasama dengan UNU Pasuruan, LPTNU Kota Probolinggo Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

    Kerjasama dengan UNU Pasuruan, LPTNU Kota Probolinggo Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kota Probolinggo bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan (UNU Pasuruan) membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027. ​Pilihan Program Studi (Prodi) ​Program Sarjana (S1): ​Pendidikan Agama Islam ​Pendidikan Matematika ​Pendidikan Fisika ​Desain Komunikasi Visual (DKV) ​Program Pascasarjana (S2): ​Pendidikan Agama Islam ​Hukum Keluarga Islam ​Manajemen Pendidikan Islam […]

  • Berpulang dalam Keadaan Suci, Ketua JQHNU Kota Probolinggo KH Abdul Aziz RM Wafat

    Berpulang dalam Keadaan Suci, Ketua JQHNU Kota Probolinggo KH Abdul Aziz RM Wafat

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka kembali menyelimuti warga Nahdliyin Kota Probolinggo. Ketua Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Probolinggo, KH Abdul Aziz RM, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pengasuh Pondok Pesantren Assanusiyah, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo tersebut dikenal luas oleh jamaah […]

  • Kuatkan Amaliyah dan Kemandirian Umat, Ranting NU dan Ansor Kedunggaleng Gelar Lailatul Ijtima

    Kuatkan Amaliyah dan Kemandirian Umat, Ranting NU dan Ansor Kedunggaleng Gelar Lailatul Ijtima

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 113
    • 0Komentar

      PROBOLINGGO – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Kedunggaleng bersinergi dengan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Kedunggaleng menggelar kegiatan Lailatul Ijtima pada Minggu (02/08/2026). Majelis silaturahmi dan penguatan amaliyah An-Nahdliyah ini bertempat di Musholla Shirotol Mustaqim dan dihadiri oleh jajaran syuriyah, tanfidziyah, pimpinan badan otonom (banom), serta warga NU setempat. Rangkaian acara diawali dengan […]

  • Jaga Sanad Perjuangan, PC IPNU Kota Probolinggo Gelar Turba Kaderisasi ke PP Raudlotut Tholibin

    Jaga Sanad Perjuangan, PC IPNU Kota Probolinggo Gelar Turba Kaderisasi ke PP Raudlotut Tholibin

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo terus bergerak masif dalam memperkokoh akar organisasi di tingkat basis. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah dengan menggelar Turun ke Bawah (Turba) ke Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin, Kademangan, Kota Probolinggo, pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan Turba ini diinisiasi sebagai upaya strategis untuk memperkuat […]

expand_less