Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Nasional » Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

  • account_circle M Rizal Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 69
  • print Cetak

JOMBANG – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhadjir, menegaskan bahwa sikap ideal Nahdlatul Ulama terhadap pemerintah (maukif Nahdlatul Ulama minal hukumah) adalah sebagai ash-shadiq an-nasih atau sahabat yang setia memberikan nasihat menjadi mitra yang loyal sekaligus kritis.

Hal tersebut disampaikan Kiai Afif dalam forum Mubes warga NU yang digelar di halaman Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak, Jumat (28/8/2026).

Kiai Afif memaparkan bahwa untuk menjalankan peran loyalis kritis tersebut secara konsisten, kemandirian organisasi menjadi syarat mutlak agar tidak tersandera oleh kepentingan pihak mana pun.

“Posisi NU terhadap pemerintah adalah ash-shadiq an-nasih, menjadi sahabat yang setia memberikan nasihat loyal tapi kritis. Dan untuk bisa bersikap kritis, dibutuhkan kemandirian penuh agar tidak menjadi ‘budak’ kebaikan orang lain (al-insanu ‘abdul ihsan),” tutur kiai Afif.

Dalam kesempatan itu, Kiai Afif juga mengingatkan tentang integritas para ulama di hadapan kekuasaan. Ulama sejati didefinisikan sebagai figur yang memadukan kedalaman ilmu fiqih (al-fiqh) dan ketakwaan yang mendalam (al-khasyyah).

Jika rasa takut dan takwa kepada Allah telah tanggal, ia mengingatkan potensi lahirnya ulama us-su’ (ulama yang buruk) dan ulama us-sulthan yang hanya melayani fatwa pesanan penguasa.

“Kita mengenal gelar Sultanul Ulama yang disematkan kepada Syekh Izzuddin bin Abdissalam. Namun kini kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus menjadi ulama us-sulthan, yakni mereka yang hanya mencari fatwa-fatwa pesanan penguasa,” tegasnya.

Mengenai keterlibatan NU dalam urusan kebangsaan, Kiai Afif menggarisbawahi bahwa politik syariat (siyasah syar’iyyah) berpijak pada maslahah mursalah. Kebijakan publik dipandang syar’i sejauh mampu mendekatkan masyarakat kepada kemaslahatan dan menjauhkannya dari kerusakan, meski ketentuannya tidak tertulis secara harfiah dalam wahyu.

Hal ini merefleksikan dua tugas kenabian utama yang diemban oleh jam’iyyah NU: Hirasatud Din: menjaga, merawat, dan memelihara nilai-nilai agama dan Siyasatud Dunya: mengatur urusan kemasyarakatan, duniawi, dan kebangsaan.

Memasuki abad kedua usia jam’iyyah, Kiai Afif memandang NU sudah sangat layak untuk melakukan pembaruan (tajdid) sebagaimana spirit hadis kehadiran mujaddid di setiap kurun 100 tahun. Tajdid ini bukan berarti merombak ajaran agama, melainkan bertumpu pada tiga hal: Ihya’u ma mata: menghidupkan kembali tradisi ilmiah, amaliah, dan sulukiyah para salafus shalihin serta muassis NU yang mulai redup. Taqwiyatu ma waha: memperkuat sendi-sendi jam’iyyah yang mulai melemah dan Tarmimu ma fasada : merestorasi berbagai distorsi dan kerusakan di tubuh organisasi.

Menutup paparannya, Kiai Afif mengutip dawuh Sayyidina Utsman bahwa ketegasan kekuasaan dan penegakan hukum (wazi’ sulthani) mutlak ditegakkan sebagai benteng penyelamat bangsa tatkala kendali moral dan agama (wazi’ Qur’ani) di ruang publik mulai diabaikan.

  • Penulis: M Rizal Wahyudi
  • Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muktamar ke-35 NU: Menyemai Kembali Gagasan KH. Abdul Wahab Chasbullah

    Muktamar ke-35 NU: Menyemai Kembali Gagasan KH. Abdul Wahab Chasbullah

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Najibur Rohman
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi. Lebih dari itu, muktamar ini menjadi momentum historis karena berlangsung di salah satu ruang lahirnya gagasan besar yang membentuk wajah Nahdlatul Ulama hingga hari ini. Tambak Beras bukan sekadar pondok pesantren. Di […]

  • Jelang Muktamar NU, PCNU Kota Probolinggo Bermunajat untuk Keselamatan Jam’iyah

    Jelang Muktamar NU, PCNU Kota Probolinggo Bermunajat untuk Keselamatan Jam’iyah

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ahmad Ridho
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo menggelar agenda pembacaan mujahadah dan doa bersama demi memohon keselamatan, kedamaian, serta kelancaran helatan Muktamar Nahdlatul Ulama. Agenda khidmat tersebut dipusatkan di Aula KH Hasyim Asy’ari PCNU Kota Probolinggo pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan spiritual ini dihadiri oleh jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Pengurus MWC, Ranting dan Anak […]

  • Tantangan NU di Daerah Urban, PCNU Kota Probolinggo Tekankan Keikhlasan Berkhidmat

    Tantangan NU di Daerah Urban, PCNU Kota Probolinggo Tekankan Keikhlasan Berkhidmat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ketua PCNU Kota Probolinggo H. Arba’i Hasan menekankan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat untuk membesarkan NU. Hal ini dinilai krusial, terutama saat menggerakkan roda organisasi dan menyebarkan syiar Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di wilayah perkotaan (urban) seperti Kelurahan Jati. Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Lailatul Ijtima’ di kelurahan Jati. Minggu, (04/06/2026). […]

  • Turba GP Ansor Kota Probolinggo, Perkuat Literasi Digital dan Digitalisasi Organisasi

    Turba GP Ansor Kota Probolinggo, Perkuat Literasi Digital dan Digitalisasi Organisasi

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 158
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Wonoasih. Mengusung suasana outdoor yang segar dan santai, konsolidasi organisasi ini dilangsungkan di Lapangan Persitama, Kelurahan Sumber Taman, Kota Probolinggo, pada Selasa, (04/08/2026) Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua PC […]

  • Inspiratif ! Pemuda Probolinggo Ini Sukses Bisnis Tempe Sambil Berkhidmat di NU

    Inspiratif ! Pemuda Probolinggo Ini Sukses Bisnis Tempe Sambil Berkhidmat di NU

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Probolinggo, Tempe merupakan makanan pokok yang selalu hadir di setiap meja makan. Baik ketika makan bersama keluarga dirumah atau ketika berada di warung bahkan restoran sekalipun. Salah satunya tempe yang di produksi oleh mas mukhtar ali warga kelurahan sumber taman dan juga dikenal dengan aktivis ansor. Berbekal dari usaha yang diwariskan oleh orang tuanya pria 28 […]

  • KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

    Ini Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Terpilih Ketum PBNU 2026–2031,

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jombang — Sidang anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) secara resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah AHWA yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi. Keputusan hasil musyawarah […]

expand_less