Terbaru
light_mode
Beranda » Opini » Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

  • account_circle H Samsur
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 177
  • print Cetak

Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital.

Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral kontemporer mulai dari maraknya diskursus LGBT di ruang publik, penyalahgunaan narkoba, judi daring, pornografi, hingga pergaulan bebas kita disadarkan bahwa benteng pertahanan terkuat suatu bangsa tidak terletak pada ketatnya regulasi formal semata, melainkan pada kedalaman moralitas masyarakatnya.

Nilai-nilai agama sejatinya adalah fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Maka, ketika muncul fenomena perilaku yang tidak selaras dengan ajaran agama, hal tersebut harus diletakkan sebagai alarm bagi pembinaan keagamaan kita.

Dalam perspektif tata negara, komitmen keagamaan ini sepenuhnya sejalan dengan amanat Pasal 29 UUD 1945 yang menegaskan bahwa negara kita berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahkan, jika kita menelisik Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara, ancaman terhadap ideologi, moral, dan ketahanan sosial secara eksplisit telah dikategorikan sebagai tantangan nonmiliter yang wajib diantisipasi melalui penguatan karakter bangsa. Artinya, menjaga moralitas generasi muda adalah bagian dari bela negara.

Namun, persoalan moral tidak akan pernah selesai jika hanya didekati dengan kacamata hukum absolut atau penegakan aturan yang kaku. Pendekatan yang melulu mengandalkan sanksi sering kali kehilangan sentuhan kemanusiaan. Yang jauh lebih mendesak untuk kita bangun hari ini adalah kesadaran kolektif melalui jalur pendidikan, keteladanan, dan pembinaan yang berkelanjutan.

Di sinilah relevansi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menemukan momentumnya, yaitu mencetak insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.

Langkah preventif terbaik yang harus kita kedepankan adalah memperkuat institusi terkecil dalam masyarakat, yakni ketahanan keluarga. Institusi domestik ini harus berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan agama di madrasah, pondok pesantren, serta optimalisasi peran para penyuluh agama di lapangan.

Penguatan karakter beragama yang moderat dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia juga memegang peranan krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam sikap ekstrem, baik ekstrem dalam berperilaku maupun ekstrem dalam merespons fenomena sosial.

Guna mewujudkan cita-cita besar tersebut, sinergi semua stakeholder menjadi kunci utama. Sinergi pemerintah daerah dan Kementerian Agama diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing sebagaimana program prioritas Pembangunan saat ini.

Persoalan moralitas generasi siber adalah kerja peradaban yang menuntut kehadiran bersama dari orang tua, sekolah, pesantren, tokoh agama, pemerintah, hingga masyarakat umum.

Pada akhirnya, kita harus menyikapi setiap dinamika sosial dan isu moralitas di tengah umat secara bijaksana, matang, dan penuh kepala dingin. Segala bentuk respons yang reaktif dan bertentangan dengan hukum justru akan mencederai nilai kesucian agama itu sendiri.

Mari kita jaga Kota dan Kabupaten Probolinggo ini sebagai daerah yang religius, aman, rukun, dan bermartabat melalui cara-cara pembinaan yang edukatif serta persuasif. Dengan cara demikian, kita tidak hanya sedang menyelamatkan masa depan daerah, tetapi juga sedang meletakkan batu bata yang kokoh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

***

*) Oleh : H Samsur, Katib Syuriah PCNU Kota Probolinggo.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah menjadi tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi nukotaprobolinggo.or.id
*) Opini atau rubik opini untuk umum dengan panjang naskah 500-750 kata.

  • Penulis: H Samsur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turba GP Ansor Kota Probolinggo, Perkuat Literasi Digital dan Digitalisasi Organisasi

    Turba GP Ansor Kota Probolinggo, Perkuat Literasi Digital dan Digitalisasi Organisasi

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Wonoasih. Mengusung suasana outdoor yang segar dan santai, konsolidasi organisasi ini dilangsungkan di Lapangan Persitama, Kelurahan Sumber Taman, Kota Probolinggo, pada Selasa, (04/08/2026) Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua PC […]

  • Lurah Pohsangit Kidul bersama jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor Pohsangit Kidul usai audiensi di Kantor Kelurahan Pohsangit Kidul, Selasa (21/7/2026). (Dok. PR GP Ansor Pohsangit Kidul)

    Tak Sekadar Silaturahmi, Ini Komitmen GP Ansor Pohsangit Kidul dan Kelurahan saat Audiensi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Probolinggo — Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pohsangit Kidul melakukan audiensi dengan Lurah Pohsangit Kidul, Muhammad Lutfi Mawahid, S.STP, di Kantor Kelurahan Pohsangit Kidul, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah kelurahan dalam membangun masyarakat. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Ketua PR […]

  • Agama di Tengah Konflik Ekologis: Belajar dari Gus Dur

    Agama di Tengah Konflik Ekologis: Belajar dari Gus Dur

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Ahmad Navid Dzauqil Amin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Indonesia akhir-akhir ini terdapat berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah, terutama Riau, Kalimantan, Bangka Belitung, Jawa Timur hingga Sumatera. Pembabatan hutan di tanah Papua yang saat ini menjadi topik hangan untuk dijadikan proyek besar pemerintah sebagai swasembada pangan. Gelombang besar protes terjadi, aktivis, pegiat lingkungan, pers bergerak […]

  • Rawat Warisan Tokoh Agama, PRNU Sumber Taman Probolinggo Konsisten Gelar Ngaji Kitab

    Rawat Warisan Tokoh Agama, PRNU Sumber Taman Probolinggo Konsisten Gelar Ngaji Kitab

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Probolinggo, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sumber Taman kembali menggelar kegiatan rutin “Malam Reboan” Selasa (14/07/2026). Kegiatan religius tersebut dilaksanakan guna meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta mempererat tali silaturahmi antar warga Nahdliyin di lingkungan sekitar. Ustd Sayadi selaku sekertaris pengurus ranting NU Sumber Taman mengungkapkan bahwa kegiatan yang sudah turun menurun sejak 5 tahun terakhir, […]

  • 5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan

    5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Boy Ardiansyah
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Komitmen Nahdlatul Ulama dalam memperkuat pendidikan berbasis masyarakat kembali ditegaskan melalui Sidang Pleno III Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026. Dalam sidang yang berlangsung di Aula Induk Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, pada Senin (22/6/2026), peserta secara resmi mengesahkan rumusan Komisi Rekomendasi mengenai peningkatan kualitas pendidikan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Sidang dipimpin langsung oleh […]

  • Memilih Pemimpin atau Memenangkan Calon? Menakar Arah Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

    Memilih Pemimpin atau Memenangkan Calon? Menakar Arah Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Husni Mubaroq
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Akhir Agustus 2026, Tambakberas di Jombang akan kembali menjadi pusat perhatian publik Muslim Indonesia. Kampung pesantren yang dibesarkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah itu menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), forum permusyawaratan tertinggi yang akan menentukan arah organisasi lima tahun ke depan sekaligus menandai langkah NU memasuki abad kedua khidmahnya. Menjelang muktamar, satu […]

expand_less