Inspiratif ! Pemuda Probolinggo Ini Sukses Bisnis Tempe Sambil Berkhidmat di NU
- account_circle Ulil Hadi Ernanda P
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
- visibility 144
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Probolinggo, Tempe merupakan makanan pokok yang selalu hadir di setiap meja makan. Baik ketika makan bersama keluarga dirumah atau ketika berada di warung bahkan restoran sekalipun.
Salah satunya tempe yang di produksi oleh mas mukhtar ali warga kelurahan sumber taman dan juga dikenal dengan aktivis ansor.
Berbekal dari usaha yang diwariskan oleh orang tuanya pria 28 tahun tersebut, mampu mengembangkan omset 3-4 juta/per hari.
Tempe yang memiliki sebutan brand ST Probolinggo, juga mampu menembus pasar ke berbagai daerah utamanya jember, lumajang, probolinggo, pasuruan bahkan sampai surabaya.
Restoran, hotel dan pabrik pun juga termasuk. Apalagi pabrik Kutai timber indonesia (KTI) rutin setiap harinya mengambil 40-60 papan.
“Saya hanya meneruskan dan mengembangkan usaha milik orang tua yang kebetulan sejak 1980 n sudah bergelut di tempe” ujarnya.
Bahkan costumer yang selalu datang ke rumah produksi setiap harinya mencapai 30-50 orang.
Ada 15 karyawan yang membantu dalam proses pengelolaan dari awal sampai akhir. Yang mana rata-rata karyawan yang berkerja berasal dari pemuda dilingkungan sekitar.
Bukan hanya sekedar seorang entherpreneur, mas muhktar ali juga merupakan ketua PAC GP Ansor Wonoasih.
“Kalau ketua Ansor karena takdir dan kepercayaan sahabat-sahabat saja, bagi saya khidmat di NU itu harus. Karena kebetulan buyut saya pengurus NU sampai bapak saya juga pengrus NU meskipun tingkat ranting ketika itu, maka saya juga harus juga mengikuti jejaknya”
Ketua yang sekaligus entherpreneur muda sudah memiliki wacana dengan pengurus tingkat PAC GP Ansor Wonoasih akan membuat olahan kedelai dari kripik sampai minuman kekinian, sebagai upaya kemandirian organisasi nantinya.
- Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
- Editor: Anas Fathullah