Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Nasional » Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

  • account_circle M Rizal Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 70
  • print Cetak

JOMBANG – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhadjir, menegaskan bahwa sikap ideal Nahdlatul Ulama terhadap pemerintah (maukif Nahdlatul Ulama minal hukumah) adalah sebagai ash-shadiq an-nasih atau sahabat yang setia memberikan nasihat menjadi mitra yang loyal sekaligus kritis.

Hal tersebut disampaikan Kiai Afif dalam forum Mubes warga NU yang digelar di halaman Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak, Jumat (28/8/2026).

Kiai Afif memaparkan bahwa untuk menjalankan peran loyalis kritis tersebut secara konsisten, kemandirian organisasi menjadi syarat mutlak agar tidak tersandera oleh kepentingan pihak mana pun.

“Posisi NU terhadap pemerintah adalah ash-shadiq an-nasih, menjadi sahabat yang setia memberikan nasihat loyal tapi kritis. Dan untuk bisa bersikap kritis, dibutuhkan kemandirian penuh agar tidak menjadi ‘budak’ kebaikan orang lain (al-insanu ‘abdul ihsan),” tutur kiai Afif.

Dalam kesempatan itu, Kiai Afif juga mengingatkan tentang integritas para ulama di hadapan kekuasaan. Ulama sejati didefinisikan sebagai figur yang memadukan kedalaman ilmu fiqih (al-fiqh) dan ketakwaan yang mendalam (al-khasyyah).

Jika rasa takut dan takwa kepada Allah telah tanggal, ia mengingatkan potensi lahirnya ulama us-su’ (ulama yang buruk) dan ulama us-sulthan yang hanya melayani fatwa pesanan penguasa.

“Kita mengenal gelar Sultanul Ulama yang disematkan kepada Syekh Izzuddin bin Abdissalam. Namun kini kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus menjadi ulama us-sulthan, yakni mereka yang hanya mencari fatwa-fatwa pesanan penguasa,” tegasnya.

Mengenai keterlibatan NU dalam urusan kebangsaan, Kiai Afif menggarisbawahi bahwa politik syariat (siyasah syar’iyyah) berpijak pada maslahah mursalah. Kebijakan publik dipandang syar’i sejauh mampu mendekatkan masyarakat kepada kemaslahatan dan menjauhkannya dari kerusakan, meski ketentuannya tidak tertulis secara harfiah dalam wahyu.

Hal ini merefleksikan dua tugas kenabian utama yang diemban oleh jam’iyyah NU: Hirasatud Din: menjaga, merawat, dan memelihara nilai-nilai agama dan Siyasatud Dunya: mengatur urusan kemasyarakatan, duniawi, dan kebangsaan.

Memasuki abad kedua usia jam’iyyah, Kiai Afif memandang NU sudah sangat layak untuk melakukan pembaruan (tajdid) sebagaimana spirit hadis kehadiran mujaddid di setiap kurun 100 tahun. Tajdid ini bukan berarti merombak ajaran agama, melainkan bertumpu pada tiga hal: Ihya’u ma mata: menghidupkan kembali tradisi ilmiah, amaliah, dan sulukiyah para salafus shalihin serta muassis NU yang mulai redup. Taqwiyatu ma waha: memperkuat sendi-sendi jam’iyyah yang mulai melemah dan Tarmimu ma fasada : merestorasi berbagai distorsi dan kerusakan di tubuh organisasi.

Menutup paparannya, Kiai Afif mengutip dawuh Sayyidina Utsman bahwa ketegasan kekuasaan dan penegakan hukum (wazi’ sulthani) mutlak ditegakkan sebagai benteng penyelamat bangsa tatkala kendali moral dan agama (wazi’ Qur’ani) di ruang publik mulai diabaikan.

  • Penulis: M Rizal Wahyudi
  • Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merawat Kerukunan Tetangga Lewat Tradisi Barikan di RT 7 RW 1 Sumber Taman

    Merawat Kerukunan Tetangga Lewat Tradisi Barikan di RT 7 RW 1 Sumber Taman

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Anas fathullah
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti lingkungan RT 7 RW 1 Kelurahan Sumber Taman pada Minggu malam (16/08/2026). Seluruh warga tampak antusias menghadiri acara Barikan (syukuran bersama) yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga pada malam 17 Agustus. Acara yang dipusatkan di Gang 3 lingkungan RT 7 […]

  • Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Probolinggo, nukotaprobolinggo.or.id — Pengurus Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Probolinggo bersama Jam’iyah Manaqib menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan kemanusiaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung khidmat di Yayasan Nurul Qodiri, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (8/7/2026). Dipilihnya Yayasan Nurul […]

  • Klinik NU Kota Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan, Hadirkan Pelayanan Medis Modern dan Terjangkau

    Klinik NU Kota Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan, Hadirkan Pelayanan Medis Modern dan Terjangkau

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda Putra
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Komitmen Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas terus diperkuat. Melalui Yayasan Klinik NU Kota Probolinggo, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu menghadirkan layanan kesehatan primer yang mengedepankan profesionalisme, kemudahan akses, serta pelayanan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Berlokasi di Jalan Mastrip Nomor 9, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Klinik NU […]

  • DPC K-Sarbumusi Kota Probolinggo Titip 3 Isu Buruh di Muktamar ke-35 NU

    DPC K-Sarbumusi Kota Probolinggo Titip 3 Isu Buruh di Muktamar ke-35 NU

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC K-Sarbumusi) Kota Probolinggo mendorong agar perhelatan Muktamar ke-35 NU  mendatangkan angin segar bagi nasib kaum pekerja. Agenda akbar PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur tersebut dinilai menjadi momentum krusial untuk memperkuat arah kebijakan […]

  • Muktamar ke-35 NU: Menyemai Kembali Gagasan KH. Abdul Wahab Chasbullah

    Muktamar ke-35 NU: Menyemai Kembali Gagasan KH. Abdul Wahab Chasbullah

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Najibur Rohman
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi. Lebih dari itu, muktamar ini menjadi momentum historis karena berlangsung di salah satu ruang lahirnya gagasan besar yang membentuk wajah Nahdlatul Ulama hingga hari ini. Tambak Beras bukan sekadar pondok pesantren. Di […]

  • Dukung Minat Olahraga Pemuda, GP Ansor Kota Probolinggo Serahkan Bantuan Bola Voli ke Tim Bestari

    Dukung Minat Olahraga Pemuda, GP Ansor Kota Probolinggo Serahkan Bantuan Bola Voli ke Tim Bestari

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 125
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang olahraga. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat olahraga berupa bola voli kepada Tim Voli Putri Bestari, Kamis (27/8/2026). Penyerahan bantuan berlangsung di Lapangan Benglap, Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, […]

expand_less