Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Nasional » Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

  • account_circle M Rizal Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 62
  • print Cetak

JOMBANG – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhadjir, menegaskan bahwa sikap ideal Nahdlatul Ulama terhadap pemerintah (maukif Nahdlatul Ulama minal hukumah) adalah sebagai ash-shadiq an-nasih atau sahabat yang setia memberikan nasihat menjadi mitra yang loyal sekaligus kritis.

Hal tersebut disampaikan Kiai Afif dalam forum Mubes warga NU yang digelar di halaman Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak, Jumat (28/8/2026).

Kiai Afif memaparkan bahwa untuk menjalankan peran loyalis kritis tersebut secara konsisten, kemandirian organisasi menjadi syarat mutlak agar tidak tersandera oleh kepentingan pihak mana pun.

“Posisi NU terhadap pemerintah adalah ash-shadiq an-nasih, menjadi sahabat yang setia memberikan nasihat loyal tapi kritis. Dan untuk bisa bersikap kritis, dibutuhkan kemandirian penuh agar tidak menjadi ‘budak’ kebaikan orang lain (al-insanu ‘abdul ihsan),” tutur kiai Afif.

Dalam kesempatan itu, Kiai Afif juga mengingatkan tentang integritas para ulama di hadapan kekuasaan. Ulama sejati didefinisikan sebagai figur yang memadukan kedalaman ilmu fiqih (al-fiqh) dan ketakwaan yang mendalam (al-khasyyah).

Jika rasa takut dan takwa kepada Allah telah tanggal, ia mengingatkan potensi lahirnya ulama us-su’ (ulama yang buruk) dan ulama us-sulthan yang hanya melayani fatwa pesanan penguasa.

“Kita mengenal gelar Sultanul Ulama yang disematkan kepada Syekh Izzuddin bin Abdissalam. Namun kini kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus menjadi ulama us-sulthan, yakni mereka yang hanya mencari fatwa-fatwa pesanan penguasa,” tegasnya.

Mengenai keterlibatan NU dalam urusan kebangsaan, Kiai Afif menggarisbawahi bahwa politik syariat (siyasah syar’iyyah) berpijak pada maslahah mursalah. Kebijakan publik dipandang syar’i sejauh mampu mendekatkan masyarakat kepada kemaslahatan dan menjauhkannya dari kerusakan, meski ketentuannya tidak tertulis secara harfiah dalam wahyu.

Hal ini merefleksikan dua tugas kenabian utama yang diemban oleh jam’iyyah NU: Hirasatud Din: menjaga, merawat, dan memelihara nilai-nilai agama dan Siyasatud Dunya: mengatur urusan kemasyarakatan, duniawi, dan kebangsaan.

Memasuki abad kedua usia jam’iyyah, Kiai Afif memandang NU sudah sangat layak untuk melakukan pembaruan (tajdid) sebagaimana spirit hadis kehadiran mujaddid di setiap kurun 100 tahun. Tajdid ini bukan berarti merombak ajaran agama, melainkan bertumpu pada tiga hal: Ihya’u ma mata: menghidupkan kembali tradisi ilmiah, amaliah, dan sulukiyah para salafus shalihin serta muassis NU yang mulai redup. Taqwiyatu ma waha: memperkuat sendi-sendi jam’iyyah yang mulai melemah dan Tarmimu ma fasada : merestorasi berbagai distorsi dan kerusakan di tubuh organisasi.

Menutup paparannya, Kiai Afif mengutip dawuh Sayyidina Utsman bahwa ketegasan kekuasaan dan penegakan hukum (wazi’ sulthani) mutlak ditegakkan sebagai benteng penyelamat bangsa tatkala kendali moral dan agama (wazi’ Qur’ani) di ruang publik mulai diabaikan.

  • Penulis: M Rizal Wahyudi
  • Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klinik NU Kota Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan, Hadirkan Pelayanan Medis Modern dan Terjangkau

    Klinik NU Kota Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan, Hadirkan Pelayanan Medis Modern dan Terjangkau

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda Putra
    • visibility 91
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Komitmen Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas terus diperkuat. Melalui Yayasan Klinik NU Kota Probolinggo, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu menghadirkan layanan kesehatan primer yang mengedepankan profesionalisme, kemudahan akses, serta pelayanan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Berlokasi di Jalan Mastrip Nomor 9, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Klinik NU […]

  • Syarah Kitab Maulid di Majelis Rehat, Kiai Muhtarom Uraikan Keagungan Fisik hingga Keberkahan Rasulullah

    Syarah Kitab Maulid di Majelis Rehat, Kiai Muhtarom Uraikan Keagungan Fisik hingga Keberkahan Rasulullah

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW tidak hanya terpancar dari akhlaknya yang agung, tetapi juga melekat pada keindahan fisik hingga keberkahan yang terpancar dari seluruh gerak-gerik beliau. Hal tersebut diuraikan secara mendalam oleh Kiai Muhtarom saat mengisi kegiatan rutinan Majelis Rehat pada Senin (27/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kiai Muhtarom memaparkan syarah bait demi […]

  • Angka Kasus HIV Terus Naik, Video Viral LGBT Jadi Alarm Keras bagi Lembaga Pendidikan di Probolinggo

    Angka Kasus HIV Terus Naik, Video Viral LGBT Jadi Alarm Keras bagi Lembaga Pendidikan di Probolinggo

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Baru-baru ini, publik Probolinggo dihebohkan oleh viralnya video aktivitas komunitas LGBT di media sosial. Sontak, kejadian ini memicu perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, hingga berbagai lembaga pendidikan dan pesantren di wilayah Kota maupun Kabupaten Probolinggo. Di tengah derasnya arus digitalisasi, kejadian ini menjadi alarm keras. Lembaga pendidikan, khususnya pesantren, […]

  • GP Ansor Kota Probolinggo Minta Partai politik Berjihad Perjuangkan Gaji Guru Ngaji

    GP Ansor Kota Probolinggo Minta Partai politik Berjihad Perjuangkan Gaji Guru Ngaji

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 1.968
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ketimpangan kesejahteraan dan minimnya perhatian terhadap guru ngaji di Kota Probolinggo terus memantik keprihatinan publik. Padahal, para pendidik keagamaan ini memegang peran krusial sebagai benteng moral dan tonggak utama pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Kabar mengenai rencana kenaikan honor guru ngaji sebesar 40 persen dinilai belum menyentuh akar persoalan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor […]

  • NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Fasilitasi Penyerahan Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Amanda Indonesia

    NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Fasilitasi Penyerahan Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Amanda Indonesia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Probolinggo, Aksi nyata kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh NU Care-Lazisnu PCNU Kota Probolinggo.  Jumat, (03/06/2026). Lembaga yang bergerak dalam bidang filantropi, kemanusian, sosial dan pemberdayaan ummat memfasilitasi penyaluran bantuan satu unit kursi roda untuk penyandang disabilitas atas nama Safa Ayunda, warga Pohsangit Kidul. ​Bantuan kursi roda ini merupakan wujud sinergi antara Yayasan Amanda Indonesia (Y-AMI) dengan […]

  • Lurah Pohsangit Kidul bersama jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor Pohsangit Kidul usai audiensi di Kantor Kelurahan Pohsangit Kidul, Selasa (21/7/2026). (Dok. PR GP Ansor Pohsangit Kidul)

    Tak Sekadar Silaturahmi, Ini Komitmen GP Ansor Pohsangit Kidul dan Kelurahan saat Audiensi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Probolinggo — Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pohsangit Kidul melakukan audiensi dengan Lurah Pohsangit Kidul, Muhammad Lutfi Mawahid, S.STP, di Kantor Kelurahan Pohsangit Kidul, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah kelurahan dalam membangun masyarakat. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Ketua PR […]

expand_less