Kiai Misbahul Munir, Ingatkan Warga NU Selektif Pilih Sekolah Anak
- account_circle M Rizal Wahyudi
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- visibility 219
- print Cetak

PROBOLINGGO – Menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama bukan sekadar urusan memegang Surat Keputusan (SK) atau menduduki jabatan struktural. Lebih dari itu, mengurus NU adalah panggilan ideologis dan wujud khidmah keummatan yang bisa dilakukan oleh setiap warga Nahdliyin di akar rumput.
Pesan penguatan ideologi ini menjadi benang merah dalam “Ngaji Ke-NU-an” yang disampaikan oleh KH. Misbahul Munir. pada kegiatan Lailatul Ijtimak dan Munajat MWC NU Kanigaran. Acara rutin yang dibarengi dengan santunan anak yatim ini digelar di Masjid Darussalam, Kelurahan Tisnonigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Sabtu (11/07/2026) malam.
Di hadapan ratusan jamaah yang memadati ruang utama hingga serambi masjid, KH. Misbahul Munir memberikan suntikan motivasi rohani mengenai hakikat pengabdian di NU. Beliau meluruskan pandangan keliru yang kerap menganggap bahwa tanggung jawab merawat NU hanya bertumpu pada pundak mereka yang menjadi pengurus resmi.
“Menjadi warga NU itu adalah pilihan ideologis. Ikut serta mengurus NU, menjaga jamaahnya, dan menyemarakkan amaliahnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Keikhlasan bergerak di lingkungan masing-masing itulah yang menyambungkan sanad khidmah kita kepada Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari,” tegas KH. Misbahul Munir
Lebih lanjut, KH. Misbahul Munir juga memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan anak. Beliau memberikan alarm keras agar para orang tua Nahdliyin lebih jeli dan selektif.
“Warga NU wajib mengetahui secara pasti mana lembaga pendidikan formal maupun non-formal yang berafiliasi kuat dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan mana yang tidak”, Jelasnya.
Hal ini penting agar ideologi dan karakter generasi muda NU tidak melenceng di masa depan akibat salah memilih tempat belajar.
Sementara itu, utusan dari Ranting Curahgrinting memberikan rekomendasi konkret di bidang pendidikan. Mereka menekankan agar yayasan-yayasan pendidikan di bawah naungan NU wajib memasukkan pencak silat Pagar Nusa sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah mereka sebagai benteng fisik, mental, dan spiritual bentukan NU sendiri.
Semua aspirasi tersebut ditampung dengan baik oleh jajaran MWC NU Kanigaran untuk dijadikan bahan evaluasi dan perumusan program kerja ke depan.
- Penulis: M Rizal Wahyudi
- Editor: Ulil Hadi Ernanda Putra