Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Respons Fraksi Gerindra & PKB Soal Seruan GP Ansor Terkait Insentif Guru Ngaji Probolinggo

Respons Fraksi Gerindra & PKB Soal Seruan GP Ansor Terkait Insentif Guru Ngaji Probolinggo

  • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 198
  • print Cetak

PROBOLINGGO – Merespons seruan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo yang meminta partai politik “berjihad” mengawal kesejahteraan para pendidik Al-Qur’an, Fraksi Gerindra dan PKB DPRD Kota Probolinggo menegaskan komitmen bersama untuk memperjuangkan kenaikan insentif guru ngaji dan guru TPQ di wilayah setempat.

Upaya peningkatan kesejahteraan ini menjadi perhatian serius lintas fraksi di legislatif. Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Probolinggo telah menyepakati arah kebijakan peningkatan honor secara bertahap yang dituangkan dalam pembahasan anggaran daerah.

Saat ditemui oleh kontributor nukotaprobolinggo.or.id, Selasa (28/7/2026). Ketua Komisi II sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra Riyadlus Sholihin DPRD Kota Probolinggo menegaskan bahwa perjuangan memperjuangkan nasib guru ngaji sejatinya telah disuarakan oleh hampir seluruh fraksi hingga akhirnya disepakati bersama di Banggar.

“Sejak awal, khususnya saat kebijakan efisiensi anggaran diterapkan hingga berimbas pada pemotongan insentif, kami di Fraksi Gerindra sudah menyuarakan agar Pemerintah Kota Probolinggo lebih cermat dan bijaksana. Kebijakan efisiensi jangan sampai mengorbankan pilar-pilar pendidikan keagamaan,” ujarnya Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi pada tahun-tahun sebelumnya dipicu oleh masukan berbagai pihak terkait tata kelola dan pendataan guru ngaji yang dinilai belum proporsional serta kurang adil. Oleh karena itu, langkah perombakan tata kelola pendataan kini menjadi fokus agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Di lapangan, ditemukan ketimpangan rasio antara jumlah santri dan guru penerima insentif. Terdapat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dengan 100 santri tetapi hanya diwakili 2 guru ngaji penerima bantuan. Sebaliknya, ada TPQ dengan 20–30 santri namun diwakili hingga 5–6 guru penerima insentif.

“Perjuangan kami tidak hanya pada besaran nominal, tetapi juga pemerataan yang proporsional. Jika TPQ memiliki lebih dari 100 santri, selayaknya ada minimal 10 guru ngaji yang tersapa insentif. Sebaliknya, jika santrinya di bawah 50 orang, tentu tidak proporsional jika ada lebih dari 5 penerima,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil DPRD Kota Probolinggo H Abdul Mujib dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mujib menegaskan konsistensi Fraksi PKB dalam mengawal honor para ustaz dan ustazah TPQ agar dapat kembali menyentuh nominal ideal Rp500.000 per orang.

Mujib menyampaikan perkembangan terbaru dari ruang sidang legislatif. Dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, telah dicapai kesepakatan awal untuk menaikkan insentif guru ngaji.

“Konsisten sejak awal, saya beserta Fraksi PKB tetap memperjuangkan agar honor guru TPQ bisa kembali lagi menjadi Rp500.000 per orang. Untuk saat ini, hasil kesepakatan sementara dalam KUA-PPAS APBD TA 2027, Pemerintah Daerah baru mampu mengalokasikan di angka Rp400.000 per orang dari yang sebelumnya Rp250.000 per orang,” terang Mujib.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa angka Rp400.000 tersebut masih bersifat tahap awal. Pihaknya di legislatif akan terus menyisir dan memantau potensi kemampuan keuangan daerah hingga pembahasan Peraturan Daerah (Perda) APBD TA 2027 disahkan.

“Ini masih sementara sambil lalu kami tetap akan memantau potensi anggaran sampai nanti di pembahasan perda APBD tahun 2027. Mohon dukungan dan doa dari semuanya agar perjuangan ini membuahkan hasil terbaik bagi kesejahteraan guru TPQ,” tambahnya.

 

  • Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
  • Editor: M Rizal wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reposisi Identitas di Ruang Kolektif: PK PMII Djoyolelono V Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen sebagai Mitra Kritis dan Strategis Pemerintah

    Reposisi Identitas di Ruang Kolektif: PK PMII Djoyolelono V Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen sebagai Mitra Kritis dan Strategis Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Probolinggo, Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Djoyolelono ke-V resmi dilantik di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Kabupaten Probolinggo. (18/Juli/2026) Dengan mengusung tema “Reposisi Identitas di Ruang Kolektif”, pelantikan tersebut menjadi momentum sakral untuk meneguhkan kembali arah gerak organisasi dalam memperkuat kaderisasi, merawat tradisi intelektual, serta memperkokoh peran PMII sebagai mitra kritis sekaligus mitra […]

  • Logo Muktamar Ke-35 NU Resmi Dirilis, Ini Maknanya

    Logo Muktamar Ke-35 NU Resmi Dirilis, Ini Maknanya

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    ​JOMBANG – Gelaran akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tinggal menghitung hari. Menjelang forum tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini, panitia resmi meluncurkan logo resmi Muktamar Ke-35 yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 (14–18 R. Awwal 1448 H) mendatang. ​Logo ciptaan Shofa Ulul Azmi telah disepakati dalam rapat koordinasi bersama yang bertempat di […]

  • Dilantik, Ketua Fatayat NU Kota Probolinggo Ajak Pengurus Perkuat Khidmat dan Kolaborasi

    Dilantik, Ketua Fatayat NU Kota Probolinggo Ajak Pengurus Perkuat Khidmat dan Kolaborasi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Probolinggo masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik pada Minggu (19/7/2026). Prosesi sakral pengikraran amanah yang berlangsung khidmat di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kota Probolinggo ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat barisan kaum perempuan muda NU dalam berkhidmat dan berkolaborasi di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua PC […]

  • Syarah Kitab Maulid di Majelis Rehat, Kiai Muhtarom Uraikan Keagungan Fisik hingga Keberkahan Rasulullah

    Syarah Kitab Maulid di Majelis Rehat, Kiai Muhtarom Uraikan Keagungan Fisik hingga Keberkahan Rasulullah

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW tidak hanya terpancar dari akhlaknya yang agung, tetapi juga melekat pada keindahan fisik hingga keberkahan yang terpancar dari seluruh gerak-gerik beliau. Hal tersebut diuraikan secara mendalam oleh Kiai Muhtarom saat mengisi kegiatan rutinan Majelis Rehat pada Senin (27/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kiai Muhtarom memaparkan syarah bait demi […]

  • Semarakkan Hari Santri Nasional 2026, PC GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Turnamen Futsal Se-Probolinggo Raya

    Semarakkan Hari Santri Nasional 2026, PC GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Turnamen Futsal Se-Probolinggo Raya

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 123
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Menyambut Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo bersama Asosiasi Futsal Kota Probolinggo menghadirkan ajang keutuhan dan kebugaran pemuda melalui “Ansor Turnamen Futsal Cup Kota Probolinggo”. Penyelenggaraan turnamen olahraga ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar pemuda serta menggelorakan semangat Hari Santri 2026 dengan kegiatan yang […]

  • Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jakarta, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) secara tegas mengeluarkan petisi penolakan terhadap sejumlah rancangan regulasi pertembakauan yang tengah digodok pemerintah. Aturan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut dinilai mengancam hajat hidup para petani dan buruh tembakau. ​Petisi tersebut […]

expand_less