Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » Mengenakan Busana Adat, Pengajar Pesantren An-Nur Probolinggo Rawat Nilai Bhinneka Tunggal Ika di Hari Kemerdekaan

Mengenakan Busana Adat, Pengajar Pesantren An-Nur Probolinggo Rawat Nilai Bhinneka Tunggal Ika di Hari Kemerdekaan

  • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 124
  • print Cetak

Probolinggo,– Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Pondok Pesantren An-Nur, Sumber Taman, Probolinggo pada Senin (17/8/2026).

Seluruh santri, siswa, dewan pengajar, hingga jajaran pengasuh memadati halaman utama pesantren untuk melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Peringatan kemerdekaan tahun ini terasa makin semarak dan sarat makna. Seluruh jajaran dewan pengajar tampak anggun dan gagah mengenakan pelbagai busana adat Nusantara.

Perwakilan dewan pengajar Pesantren An-Nur, Ustadz Abdul Basid, menegaskan bahwa penggunaan pakaian adat ini bukan sekadar mengejar estetika visual, melainkan sebuah ikhtiar menanamkan nilai keragaman kepada para santri.

“Penggunaan pakaian adat oleh dewan pengajar pada upacara tahun ini bukan sekadar gaya busana, melainkan pesan visual bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah kekuatan utama bangsa kita,” tuturnya.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Lurah Sumber Taman, Achmad Faiz, S.A.P., M.A.P., menyampaikan amanat yang menyentuh akar sejarah perjuangan bangsa. Ia menguraikan betapa besarnya andil ulama dan santri—terutama melalui momentum Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Sejarah membuktikan bahwa hubbul wathan minal iman (mencintai tanah air adalah bagian dari iman) bukan sekadar slogan, melainkan doktrin perjuangan nyata para ulama dan santri,” Ujar Achmad Faiz

Namun, ia mengingatkan bahwa medan jihad santri hari ini telah bergeser. Perjuangan masa kini tidak lagi mengandalkan bambu runcing, melainkan perang melawan kemalasan, kebodohan, penyalahgunaan teknologi, sebaran berita bohong (hoaks), bahaya narkoba, korupsi, serta degradasi moral.

“Mencintai Indonesia di era modern berarti menjadi pribadi yang berpendidikan, terhindar dari penyakit sosial, serta bertindak santun demi kejayaan bangsa. Gunakan teknologi secara bijak untuk belajar dan berdakwah, bukan justru merusak moral,” tambahnya.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah di tengah-tengah Pesantren An-Nur ini semakin memperkuat sinergi tiga pilar ulama, santri, dan pemerintah (umara).

Rangkaian pengibaran Sang Saka Merah Putih berjalan presisi dan lancar. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang digembleng dari kalangan santri An-Nur sukses menunaikan tugasnya, diiringi lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang bergema syahdu.

Upacara diakhiri dengan tradisi pelepasan balon berwarna merah dan putih yang membumbung tinggi ke udara. Balon bertuliskan

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81” tersebut menjadi simbol melambungnya doa, harapan, dan cita-cita santri untuk kemajuan Indonesia.

Melalui momentum kemerdekaan ini, Pondok Pesantren An-Nur kembali mengukuhkan komitmen histori dan ideologisnya: bahwa santri tidak hanya ditempa untuk mendalami ilmu-ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga siap berdiri di garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  • Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
  • Editor: Dinastiya Iriani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Probolinggo, nukotaprobolinggo.or.id — Pengurus Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Probolinggo bersama Jam’iyah Manaqib menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan kemanusiaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung khidmat di Yayasan Nurul Qodiri, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (8/7/2026). Dipilihnya Yayasan Nurul […]

  • Reses Anggota DPRD Kota Probolinggo Riyadlus Sholihin : Warga Keluhkan Masalah Lampu Jalan

    Reses Anggota DPRD Kota Probolinggo Riyadlus Sholihin : Warga Keluhkan Masalah Lampu Jalan

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ketersediaan fasilitas publik yang memadai di tingkat tapak menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif. Berbagai keluhan dan harapan tersebut disuarakan masyarakat saat menghadiri agenda Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang III Anggota DPRD Kota Probolinggo, Ryadlus Sholihin Firdaus (Riyad), di Aula Taman Lantai II Yayasan Badrut Tamam, Wonoasih, Sabtu […]

  • Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

    Kiai Afifuddin Muhadjir: Posisi Ideal NU terhadap Penguasa adalah Loyalis Kritis

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    JOMBANG – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhadjir, menegaskan bahwa sikap ideal Nahdlatul Ulama terhadap pemerintah (maukif Nahdlatul Ulama minal hukumah) adalah sebagai ash-shadiq an-nasih atau sahabat yang setia memberikan nasihat menjadi mitra yang loyal sekaligus kritis. Hal tersebut disampaikan Kiai Afif dalam forum Mubes warga NU yang digelar di […]

  • PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

    PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    JAKARTA – Teka-teki mengenai lokasi perhelatan akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama akhirnya terjawab resmi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara definitif memutuskan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah forum tertinggi organisasi nahdliyin tersebut. Event akbar ini dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan depan, tepatnya 27-31 Agustus 2026. Keputusan krusial tersebut diketuk dalam […]

  • Rekan Rudi Sulap Jagung dan Tempe Jadi Inovasi Pangan Lokal, Raih Pemenang Pemuda Pelopor Kota Probolinggo 2026

    Rekan Rudi Sulap Jagung dan Tempe Jadi Inovasi Pangan Lokal, Raih Pemenang Pemuda Pelopor Kota Probolinggo 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Moch. PutraVikry Romadhoni
    • visibility 1.895
    • 0Komentar

    Probolinggo — Di tengah derasnya arus makanan instan dan produk impor yang semakin akrab di lidah generasi muda, Muhammad Rudi memilih mengambil jalan berbeda. Pemuda asal Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu justru melihat harapan pada pangan yang selama ini akrab dengan kehidupan masyarakat, yakni jagung dan tempe. Langkah tersebut membawanya meraih gelar […]

  • Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle H Samsur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital. Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral kontemporer […]

expand_less