Terbaru
light_mode
Beranda » Opini » Ekonomi Digital dan Generasi Muda NU: Saatnya Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Penonton

Ekonomi Digital dan Generasi Muda NU: Saatnya Menjadi Pelaku, Bukan Sekadar Penonton

  • account_circle Najibur Rohman
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 1.308
  • print Cetak

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja, berbisnis, dan membangun masa depan. Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce, media sosial, hingga ekonomi kreatif berbasis digital, generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki modal sosial yang kuat: jaringan hingga tingkat desa, budaya gotong royong, serta tradisi keilmuan yang kokoh. Jika potensi ini dipadukan dengan penguasaan teknologi digital, lahirlah generasi muda NU yang tidak hanya aktif berdakwah, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Ekonomi digital bukan hanya tentang menjadi pencipta konten atau berjualan di pasar. Lebih dari itu, ekonomi digital membuka ruang bagi lahirnya wirausaha muda, pemasar digital, programmer, desainer, hingga pelaku pemasaran afiliasi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari kreativitas dan inovasi.

Afiliasi Pemasaran: Jalan Baru Ekonomi Warga NU

Affiliate marketing menjadi salah satu peluang ekonomi digital yang layak dikembangkan di lingkungan warga NU. Model bisnis ini memungkinkan seseorang memperoleh penghasilan dengan mempromosikan produk atau jasa melalui platform digital tanpa harus memiliki stok barang maupun modal usaha yang besar. Cukup dengan kreativitas, kemampuan membangun kepercayaan, dan konsistensi membuat konten, siapa pun dapat memulai.

Bagi generasi muda NU, pemasaran afiliasi bukan sekadar mencari komisi. Aktivitas ini dapat menjadi sarana belajar pemasaran digital, membangun personal branding, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan. Lebih dari itu, warga NU dapat mengangkat produk-produk UMKM binaan pesantren, produk halal, maupun usaha milik warga agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas melalui media digital.

Namun, keberhasilan pemasaran afiliasi harus didasarkan pada prinsip kejujuran dan etika. Produk yang dipromosikan harus benar-benar berkualitas, informasi yang disampaikan tidak boleh berlebihan, dan keuntungan yang diperoleh harus berasal dari transaksi yang sah. Dengan demikian, pemasaran afiliasi tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun ekonomi umat yang sehat dan berkelanjutan.

Tantangan yang dihadapi tentu tidak sedikit. Masih banyak generasi muda yang menggunakan media digital sebatas hiburan, bukan sebagai sarana produktivitas. Oleh karena itu, organisasi kepemudaan NU, pesantren, dan lembaga pendidikan perlu mendorong literasi digital, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan etika bermedia agar transformasi digital tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Generasi muda NU harus berani mengambil peran sebagai pelaku ekonomi digital yang jujur, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, mereka tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja, namun juga memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.

Telah tibanya generasi muda NU membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak menggerus nilai-nilai keislaman. Justru dengan akhlak, integritas, dan semangat khidmah, ekonomi digital dapat menjadi jalan untuk membangun kesejahteraan umat sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam menyongsong Indonesia yang lebih maju. (*)

***

*) Oleh : Najibur Rohman, Wakil Sekretaris PCNU Kota Probolinggo.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah menjadi tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi nukotaprobolinggo.or.id
*) Opini atau rubik opini untuk umum dengan panjang naskah 500-750 kata.

  • Penulis: Najibur Rohman

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramaikan Muktamar Ke-35 NU, Nahdlatut Turots Gelar Daurah Tahqiq Kitab Muassis

    Ramaikan Muktamar Ke-35 NU, Nahdlatut Turots Gelar Daurah Tahqiq Kitab Muassis

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    JOMBANG – Nahdlatut Turots turut meramaikan gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dengan menyelenggarakan Dauroh Tahqiq Kitab Muassis NU. Kegiatan ini berlangsung di Ribath Hidayatul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum, Jumat (28/8/2026). Pelatihan ini digelar sebagai bentuk komitmen Nahdlatul Turots dalam merawat warisan intelektual pesantren, khususnya menghidupkan kembali semangat para santri untuk mentahqiq (menguji dan meneliti […]

  • Kemenag Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026: Usung Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

    Kemenag Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026: Usung Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 103
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Santri Tahun 2026. Mengusung tema utama “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (22/9/2026). “Dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian acara, logo dan tema Hari Santri Tahun 2026 secara resmi […]

  • Respons Cepat Tim Ambulans LAZISNU Kota Probolinggo Bantu Pasien Gawat Darurat Gratis

    Respons Cepat Tim Ambulans LAZISNU Kota Probolinggo Bantu Pasien Gawat Darurat Gratis

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Probolinggo, Tim Layanan Ambulance LAZISNU PCNU Kota Probolinggo menunjukkan aksi sigap dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Pada Senin sore (6/7/2026). Armada Ambulance LAZISNU dikerahkan untuk mengevakuasi seorang warga Kelurahan Jerebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, atas nama neli kurnia menuju IGD RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo. Aksi kemanusiaan ini bermula dari adanya permintaan bantuan […]

  • Dari Pesantren, Fatayat NU Kraksaan Tanamkan Semangat Santri Anti-Bullying

    Dari Pesantren, Fatayat NU Kraksaan Tanamkan Semangat Santri Anti-Bullying

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – PC Fatayat NU Kraksaan menggelar program Road Show to Pesantren untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pesantren. Kegiatan perdana ini berlangsung di Pondok Pesantren Roudhotul Hasaniyah, Sabtu (17/10/2026) dengan mengusung tema “1000 Santri Berdedikasi, Tanpa Takut Tanpa Bullying”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 santri dan dihadiri jajaran pengurus […]

  • Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    Tangguh di Gelanggang, Lembut di Masyarakat : Pagar Nusa Kota Probolinggo Santuni Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Probolinggo, nukotaprobolinggo.or.id — Pengurus Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Probolinggo bersama Jam’iyah Manaqib menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan kemanusiaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung khidmat di Yayasan Nurul Qodiri, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (8/7/2026). Dipilihnya Yayasan Nurul […]

  • Mengelola Nahdlatul Ulama di Wilayah Perkotaan: Tantangan dan Strategi PCNU Kota Probolinggo

    Mengelola Nahdlatul Ulama di Wilayah Perkotaan: Tantangan dan Strategi PCNU Kota Probolinggo

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle H Arbai Hasan
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Secara kelembagaan, Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Probolinggo baru berkembang secara formal sekitar dekade 1980-an. Sebelum itu, pengelolaan organisasi masih berada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo. Seiring perkembangan wilayah dan kebutuhan organisasi, PCNU Kota Probolinggo kemudian berdiri sebagai lembaga yang mandiri untuk melayani kebutuhan warga nahdliyin di wilayah kota. Dalam […]

expand_less