Terbaru
light_mode
Beranda » Keislaman » Syarah Kitab Maulid di Majelis Rehat, Kiai Muhtarom Uraikan Keagungan Fisik hingga Keberkahan Rasulullah

Syarah Kitab Maulid di Majelis Rehat, Kiai Muhtarom Uraikan Keagungan Fisik hingga Keberkahan Rasulullah

  • account_circle M Rizal Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 156
  • print Cetak

PROBOLINGGO – Keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW tidak hanya terpancar dari akhlaknya yang agung, tetapi juga melekat pada keindahan fisik hingga keberkahan yang terpancar dari seluruh gerak-gerik beliau. Hal tersebut diuraikan secara mendalam oleh Kiai Muhtarom saat mengisi kegiatan rutinan Majelis Rehat pada Senin (27/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Muhtarom memaparkan syarah bait demi bait kitab Maulid Diba’ yang menggambarkan keindahan sosok Rasulullah SAW. Salah satunya adalah ungkapan Fajriyyul Jabini, yang bermakna bahwa dahi dan wajah Rasulullah SAW memancarkan cahaya terang bagaikan fajar. Cahaya tersebut bahkan sanggup menerangi kegelapan tanpa bantuan lampu.

“Rambut beliau sangat hitam pekat bagaikan malam (Lailiyyuzd Dzawa’ibi), bentuk hidungnya mancung dan indah pas bagaikan huruf Alif (Alifiyyul Anfi), bibirnya indah bagaikan huruf Mim (Mimiyyul Fami), dan alis matanya melengkung elok seperti huruf Nun (Nuniyyul Hajibi),” terang Kiai Muhtarom.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa meski Nabi Yusuf AS dianugerahi separuh ketampanan dunia, ketampanan Rasulullah SAW berada pada tingkatan yang jauh lebih tinggi. Namun, Allah membungkus ketampanan Rasulullah dengan haibah (kewibawaan) dan mahabah (penghormatan), sehingga orang yang memandangnya tidak sampai terfitnah.

Selain keindahan fisik, pembahasan dalam rutinan Majelis Rehat kali ini juga mengulas tajamnya pendengaran dan penglihatan Nabi SAW yang sanggup menembus tujuh lapisan langit hingga mendengar guratan pena yang menulis di Lauh Mahfuzh.

Kiai Muhtarom turut mengisahkan kecintaan para makhluk kepada Rasulullah SAW. Salah satu peristiwa bersejarah adalah rintihan pelepah kurma (jidz’u). Batang kurma yang semula menjadi sandaran khotbah Nabi itu menangis bagaikan anak kecil saat digantikan oleh mimbar baru. Rasulullah SAW lantas memeluk dan mengelusnya hingga tenang.

“Peristiwa ini mengajarkan kita untuk tidak melupakan jasa dan sejarah, baik itu jasa manusia maupun benda mati yang pernah membawa kemanfaatan,” tuturnya.

Suasana rutinan yang khidmat tersebut diakhiri dengan pemaparan tentang keberkahan tangan Nabi, seperti kisah Sahabat Jabir RA saat Perang Khandaq dan Sahabat Abu Hurairah RA bersama para Ashabus Suffah. Makanan dan minuman yang jumlahnya sangat sedikit bisa mencukupi ratusan hingga ribuan sahabat hingga kenyang atas izin Allah melalui perantara sentuhan Rasulullah SAW.

  • Penulis: M Rizal Wahyudi
  • Editor: Ahmda Ridho

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua MWCNU Kanigaran: Pemimpin Gagal Adalah yang Tak Mampu Ciptakan Regenerasi

    Ketua MWCNU Kanigaran: Pemimpin Gagal Adalah yang Tak Mampu Ciptakan Regenerasi

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Eko Cahyono
    • visibility 234
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) V Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kanigaran resmi digelar pada Minggu, (2/8/2026) di Aula Kemenag Kota Probolinggo. Forum permusyawaratan tertinggi tingkat anak cabang bukan sekadar ajang rutin pergantian tampuk kepemimpinan, melainkan momentum krusial untuk melahirkan gagasan segar dan memperkuat akar kaderisasi. […]

  • Mengelola Nahdlatul Ulama di Wilayah Perkotaan: Tantangan dan Strategi PCNU Kota Probolinggo

    Mengelola Nahdlatul Ulama di Wilayah Perkotaan: Tantangan dan Strategi PCNU Kota Probolinggo

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle H Arbai Hasan
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Secara kelembagaan, Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Probolinggo baru berkembang secara formal sekitar dekade 1980-an. Sebelum itu, pengelolaan organisasi masih berada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo. Seiring perkembangan wilayah dan kebutuhan organisasi, PCNU Kota Probolinggo kemudian berdiri sebagai lembaga yang mandiri untuk melayani kebutuhan warga nahdliyin di wilayah kota. Dalam […]

  • Jelang Muktamar NU Ke-35, Ketua MWCNU Kanigaran Tekankan Pentingnya Merawat Jam’iyyah dari Provokasi

    Jelang Muktamar NU Ke-35, Ketua MWCNU Kanigaran Tekankan Pentingnya Merawat Jam’iyyah dari Provokasi

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Probolinggo, – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan penting menyongsong perhelatan Muktamar NU Ke-35 yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Rabu, 22/072026 Seruan agar seluruh warga Nahdliyin dan para pemangku kepentingan berfokus menjaga persatuan serta membentengi organisasi dari narasi provokatif. […]

  • Jelang Muktamar NU, PCNU Kota Probolinggo Bermunajat untuk Keselamatan Jam’iyah

    Jelang Muktamar NU, PCNU Kota Probolinggo Bermunajat untuk Keselamatan Jam’iyah

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ahmad Ridho
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo menggelar agenda pembacaan mujahadah dan doa bersama demi memohon keselamatan, kedamaian, serta kelancaran helatan Muktamar Nahdlatul Ulama. Agenda khidmat tersebut dipusatkan di Aula KH Hasyim Asy’ari PCNU Kota Probolinggo pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan spiritual ini dihadiri oleh jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Pengurus MWC, Ranting dan Anak […]

  • Jalan Sehat Bersarung PCNU Kota Probolinggo, Perkuat Silaturahmi dan Persatuan

    Jalan Sehat Bersarung PCNU Kota Probolinggo, Perkuat Silaturahmi dan Persatuan

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Anas Fathullah
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo menggelar Jalan Sehat Bersarung dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di depan Masjid Agung Raudlatul Jannah ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. Ketua PCNU Kota Probolinggo, H. Arbai Hasan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga, […]

  • Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle H Samsur
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital. Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral kontemporer […]

expand_less