Terbaru
light_mode
Beranda » Keislaman » Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

  • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 163
  • print Cetak

Pernahkah kamu menyesal setelah mengucapkan kata-kata kasar saat marah? Kata-kata yang keluar di saat emosi memuncak sering kali meninggalkan luka yang jauh lebih dalam dari yang kita bayangkan.

Islam sudah jauh lebih dulu mengajarkan solusi yang sederhana namun sangat powerful untuk mengendalikan amarah yaitu diam. Bukan diam karena kalah atau tidak punya jawaban, tapi diam sebagai bentuk kendali diri yang paling tinggi.

Artikel ini membahas bagaimana Islam memandang amarah, dan mengapa diam adalah salah satu obat terbaik yang diajarkan Rasulullah.

Setiap manusia pasti pernah marah. Marah sendiri bukanlah dosa itu adalah emosi yang Allah ciptakan pada diri manusia. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita merespons amarah itu.

Marah yang tidak dikendalikan bisa merusak hubungan, menyakiti orang lain, bahkan membuat kita mengambil keputusan yang sangat kita sesali kemudian. Itulah kenapa Islam memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi amarah.

Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam perkelahian fisik, tapi orang yang mampu mengendalikan dirinya saat amarah sedang memuncak.

Dalil tentang Mengobati Marah dengan Diam

Dalil 1 — Hadits: Perintah Langsung dari Rasulullah

Rasulullah  bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh para ulama)

Hadits ini singkat, tapi sangat dalam maknanya. Rasulullah tidak memerintahkan kita untuk berdebat, membalas, atau membuktikan siapa yang benar saat marah. Beliau langsung menunjuk pada satu solusi yakni diam.

Diam di sini bukan berarti masalah diabaikan. Diam adalah jeda waktu untuk menarik napas, menjernihkan pikiran, dan mencegah kata-kata yang tidak bisa ditarik kembali.

Dalil 2 — Hadits: Orang Kuat Adalah yang Menahan Diri

Rasulullah bersabda:

“Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini secara langsung mengubah definisi “kuat” dalam Islam. Kekuatan sejati bukan pada kemampuan membalas atau mendominasi orang lain, tapi pada kemampuan mengendalikan diri sendiri.

Diam saat marah adalah bentuk kekuatan tertinggi ini. Butuh lebih banyak keberanian untuk memilih diam daripada melampiaskan emosi dan Islam memuliakan orang yang mampu melakukannya.

Dalil 3 — Al-Qur’an: Sifat Orang yang Bertakwa

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 134:

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menyebut menahan amarah sebagai salah satu ciri orang yang bertakwa dan dicintai Allah. Menahan amarah di sini bukan berarti menekan perasaan, tapi memilih respons yang lebih bijak dan diam adalah salah satu bentuk menahan amarah yang paling nyata dalam praktik.

Hikmah di Balik Diam Saat Marah

Mengapa diam begitu dianjurkan? Ada hikmah yang sangat nyata di baliknya.

  • Mencegah kata-kata yang menyakiti — banyak hubungan rusak bukan karena masalahnya, tapi karena kata-kata yang diucapkan saat marah
  • Memberi waktu untuk berpikir jernih — amarah menyempitkan pikiran, diam memberi ruang untuk kembali berpikir dengan tenang
  • Menjaga harga diri dan wibawa — orang yang mampu menahan diri saat marah justru lebih dihormati
  • Memutus siklus konflik — satu pihak yang diam sering kali cukup untuk mencegah pertikaian meruncing lebih jauh
  • Mendapat pahala — menahan amarah demi Allah adalah bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi-Nya

Tips Praktis Mengamalkan Diam Saat Marah

  • Istighfar — ucapkan “Astaghfirullah” saat mulai merasakan amarah datang
  • Ubah posisi tubuh — Rasulullah menganjurkan duduk jika sedang berdiri, berbaring jika sedang duduk, untuk meredakan amarah
  • Ambil air wudhu — air yang menyentuh kulit membantu menenangkan tubuh secara fisik
  • Tinggalkan tempat sejenak — jika amarah terasa berat, menjauh dari situasi untuk beberapa menit bisa sangat membantu
  • Ingat tujuannya — bukan soal siapa yang menang, tapi soal menjaga hubungan dan meraih ridha Allah

Kesimpulan: Diam adalah Pilihan Orang yang Berilmu dan Beriman

Mengobati marah dengan diam bukan sekadar tips psikologi modern, ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah yang sudah terbukti manfaatnya selama berabad-abad. Diam bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan kematangan iman dan kedewasaan jiwa.

Di saat amarah datang, ingatlah tiga dalil di atas. Ingatlah bahwa Allah mencintai orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan. Dan ingatlah bahwa satu kata yang tidak diucapkan saat marah mungkin adalah keputusan terbaik yang pernah kamu ambil.

Semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi pribadi yang mampu mengendalikan amarah dengan bijak. Aamiin.

  • Penulis: Moch. Vikry Romadhoni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Pendekar Beradab dan Berprestasi, MI KAHASRI Probolinggo Borong 16 Medali di Wali Kota Cup XI 2026

    Cetak Pendekar Beradab dan Berprestasi, MI KAHASRI Probolinggo Borong 16 Medali di Wali Kota Cup XI 2026

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 143
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, kabar membanggakan datang dari kalangan Nahdliyin Kota Probolinggo. Kontingen atlet cilik dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) KAHASRI sukses memborong 16 medali dalam kejuaraan Wali Kota Cup XI 2026 yang digelar di GOR Mastrip, Probolinggo (26–27/9/2026). Prestasi gemilang tersebut diraih melalui cabang olahraga Pencak Silat Wali Kota Cup XI 2026. Para siswa MI KAHASRI tampil dominan […]

  • Dua Siswi MI NU Hidayatul Ula Raih Prestasi di Kejurkot Atletik Probolinggo 2026

    Dua Siswi MI NU Hidayatul Ula Raih Prestasi di Kejurkot Atletik Probolinggo 2026

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 116
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Prestasi membanggakan ditorehkan peserta didik MI NU Hidayatul Ula (Minuhu) Ketapang dalam ajang Kejuaraan Kota (Kejurkot) Atletik Probolinggo 2026. Dua siswi madrasah tersebut sukses menyabet medali pada nomor lari dan lompat jauh dalam kejuaraan yang digelar di Stadion Bayuangga, 7–8 September 2026. Prestasi pertama diraih oleh Aldea Balqis Ismail, siswi kelas 6 Bisrih […]

  • Kedepankan Kondusivitas dan Sportivitas, TM Turnamen Futsal GP Ansor Kota Probolinggo Tekankan Komitmen Antianarkis

    Kedepankan Kondusivitas dan Sportivitas, TM Turnamen Futsal GP Ansor Kota Probolinggo Tekankan Komitmen Antianarkis

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar agenda Technical Meeting (TM) Ansor Turnamen Futsal Cup 2026 di Aula Kantor KPU Kota Probolinggo, Minggu (11/10/2026). Agenda ini menjadi ikhtiar penting untuk meneguhkan komitmen bersama demi menghadirkan kompetisi yang aman, damai, dan maslahat bagi pemuda. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari […]

  • Peringati HSN 2026, LP Ma’arif NU Kota Probolinggo Dorong Jihad Akademik Santri lewat KOMPERASIA

    Peringati HSN 2026, LP Ma’arif NU Kota Probolinggo Dorong Jihad Akademik Santri lewat KOMPERASIA

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Kota Probolinggo menegaskan pentingnya mengobarkan semangat jihad intelektual dan akademik di era modern. Hal ini diwujudkan melalui perhelatan Kompetisi Pelajar Juara Nasional (KOMPERASIA) 2026 yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan yang bekerjasama dengan Andima Surabaya tersebut di Kompleks MI/MTs Hidayat […]

  • KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

    Ini Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Terpilih Ketum PBNU 2026–2031,

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Jombang — Sidang anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) secara resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah AHWA yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi. Keputusan hasil musyawarah […]

  • Merawat Kerukunan Tetangga Lewat Tradisi Barikan di RT 7 RW 1 Sumber Taman

    Merawat Kerukunan Tetangga Lewat Tradisi Barikan di RT 7 RW 1 Sumber Taman

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Anas fathullah
    • visibility 112
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti lingkungan RT 7 RW 1 Kelurahan Sumber Taman pada Minggu malam (16/08/2026). Seluruh warga tampak antusias menghadiri acara Barikan (syukuran bersama) yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga pada malam 17 Agustus. Acara yang dipusatkan di Gang 3 lingkungan RT 7 […]

expand_less