Terbaru
light_mode
Beranda » Keislaman » Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

  • account_circle Moch. PutraVikry Romadhoni
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernahkah kamu menyesal setelah mengucapkan kata-kata kasar saat marah? Kata-kata yang keluar di saat emosi memuncak sering kali meninggalkan luka yang jauh lebih dalam dari yang kita bayangkan.

Islam sudah jauh lebih dulu mengajarkan solusi yang sederhana namun sangat powerful untuk mengendalikan amarah yaitu diam. Bukan diam karena kalah atau tidak punya jawaban, tapi diam sebagai bentuk kendali diri yang paling tinggi.

Artikel ini membahas bagaimana Islam memandang amarah, dan mengapa diam adalah salah satu obat terbaik yang diajarkan Rasulullah.

Setiap manusia pasti pernah marah. Marah sendiri bukanlah dosa itu adalah emosi yang Allah ciptakan pada diri manusia. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita merespons amarah itu.

Marah yang tidak dikendalikan bisa merusak hubungan, menyakiti orang lain, bahkan membuat kita mengambil keputusan yang sangat kita sesali kemudian. Itulah kenapa Islam memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi amarah.

Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam perkelahian fisik, tapi orang yang mampu mengendalikan dirinya saat amarah sedang memuncak.

Dalil tentang Mengobati Marah dengan Diam

Dalil 1 — Hadits: Perintah Langsung dari Rasulullah

Rasulullah  bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh para ulama)

Hadits ini singkat, tapi sangat dalam maknanya. Rasulullah tidak memerintahkan kita untuk berdebat, membalas, atau membuktikan siapa yang benar saat marah. Beliau langsung menunjuk pada satu solusi yakni diam.

Diam di sini bukan berarti masalah diabaikan. Diam adalah jeda waktu untuk menarik napas, menjernihkan pikiran, dan mencegah kata-kata yang tidak bisa ditarik kembali.

Dalil 2 — Hadits: Orang Kuat Adalah yang Menahan Diri

Rasulullah bersabda:

“Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini secara langsung mengubah definisi “kuat” dalam Islam. Kekuatan sejati bukan pada kemampuan membalas atau mendominasi orang lain, tapi pada kemampuan mengendalikan diri sendiri.

Diam saat marah adalah bentuk kekuatan tertinggi ini. Butuh lebih banyak keberanian untuk memilih diam daripada melampiaskan emosi dan Islam memuliakan orang yang mampu melakukannya.

Dalil 3 — Al-Qur’an: Sifat Orang yang Bertakwa

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 134:

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menyebut menahan amarah sebagai salah satu ciri orang yang bertakwa dan dicintai Allah. Menahan amarah di sini bukan berarti menekan perasaan, tapi memilih respons yang lebih bijak dan diam adalah salah satu bentuk menahan amarah yang paling nyata dalam praktik.

Hikmah di Balik Diam Saat Marah

Mengapa diam begitu dianjurkan? Ada hikmah yang sangat nyata di baliknya.

  • Mencegah kata-kata yang menyakiti — banyak hubungan rusak bukan karena masalahnya, tapi karena kata-kata yang diucapkan saat marah
  • Memberi waktu untuk berpikir jernih — amarah menyempitkan pikiran, diam memberi ruang untuk kembali berpikir dengan tenang
  • Menjaga harga diri dan wibawa — orang yang mampu menahan diri saat marah justru lebih dihormati
  • Memutus siklus konflik — satu pihak yang diam sering kali cukup untuk mencegah pertikaian meruncing lebih jauh
  • Mendapat pahala — menahan amarah demi Allah adalah bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi-Nya

Tips Praktis Mengamalkan Diam Saat Marah

  • Istighfar — ucapkan “Astaghfirullah” saat mulai merasakan amarah datang
  • Ubah posisi tubuh — Rasulullah menganjurkan duduk jika sedang berdiri, berbaring jika sedang duduk, untuk meredakan amarah
  • Ambil air wudhu — air yang menyentuh kulit membantu menenangkan tubuh secara fisik
  • Tinggalkan tempat sejenak — jika amarah terasa berat, menjauh dari situasi untuk beberapa menit bisa sangat membantu
  • Ingat tujuannya — bukan soal siapa yang menang, tapi soal menjaga hubungan dan meraih ridha Allah

Kesimpulan: Diam adalah Pilihan Orang yang Berilmu dan Beriman

Mengobati marah dengan diam bukan sekadar tips psikologi modern, ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah yang sudah terbukti manfaatnya selama berabad-abad. Diam bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan kematangan iman dan kedewasaan jiwa.

Di saat amarah datang, ingatlah tiga dalil di atas. Ingatlah bahwa Allah mencintai orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan. Dan ingatlah bahwa satu kata yang tidak diucapkan saat marah mungkin adalah keputusan terbaik yang pernah kamu ambil.

Semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi pribadi yang mampu mengendalikan amarah dengan bijak. Aamiin.

  • Penulis: Moch. PutraVikry Romadhoni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan NU di Daerah Urban, PCNU Kota Probolinggo Tekankan Keikhlasan Berkhidmat

    Tantangan NU di Daerah Urban, PCNU Kota Probolinggo Tekankan Keikhlasan Berkhidmat

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Probolinggo, Ketua PCNU Kota Probolinggo H. Arba’i Hasan menekankan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat untuk membesarkan NU. Hal ini dinilai krusial, terutama saat menggerakkan roda organisasi dan menyebarkan syiar Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di wilayah perkotaan (urban) seperti Kelurahan Jati. Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Lailatul Ijtima’ di kelurahan Jati. Minggu, (04/06/2026). Menurutnya, […]

  • Pra-Munas NU Bahas Kedaulatan Data: Data Pribadi adalah Hak dan Aset yang Harus Dilindungi

    Pra-Munas NU Bahas Kedaulatan Data: Data Pribadi adalah Hak dan Aset yang Harus Dilindungi

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Nisfatul Laila
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Rais Syuriyah PBNU sekaligus Ketua Tim Komisi Bahtsul Masail Maudhu’iyah, KH Muhammad Cholil Nafis, menegaskan bahwa data pribadi merupakan hak sekaligus aset yang harus dilindungi. Karena itu, negara perlu hadir untuk menjamin perlindungan data masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Pra Munas dan Konbes NU 2026 bertajuk Fiqih Kedaulatan Data: Antara Hak, Harta, dan Perlindungan yang […]

  • Antisipasi Kerawanan Pemilu 2029, LBH Ansor Gandeng Bawaslu

    Antisipasi Kerawanan Pemilu 2029, LBH Ansor Gandeng Bawaslu

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda Putra
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Probolinggo – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor resmi menjalin kolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Probolinggo. Sinergi ini dibangun sebagai langkah awal untuk memperkuat pengawasan partisipatif dari elemen masyarakat sipil guna menyongsong Pemilu Nasional 2029. Senin, (29/06/2026). Langkah taktis ini diambil guna memastikan pelaksanaan pemilihan Presiden, DPR RI, dan DPD di masa mendatang dapat […]

  • Menjaga Otoritas Moral Nahdlatul Ulama dari Pragmatisme Politik

    Menjaga Otoritas Moral Nahdlatul Ulama dari Pragmatisme Politik

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Achmad Muzakky Cholily
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Memasuki abad kedua, relevansi Nahdlatul Ulama tidak lagi sekadar ditentukan oleh fatwa-fatwa keagamaan atau kedekatan elitnya dengan kekuasaan, melainkan oleh kemampuannya memfungsikan tradisi sebagai benteng peradaban. Nahdlatul Ulama bukan sekadar jam’iyah (organisasi) formal, melainkan harakah tsaqafiyah (gerakan kebudayaan) yang hidup dalam denyut nadi masyarakat. Kekuatan inilah yang menjadi kunci bertahan hidup di tengah gempuran ideologi […]

  • Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    Khawatirkan Nasib Petani, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Regulasi Pertembakauan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) secara tegas mengeluarkan petisi penolakan terhadap sejumlah rancangan regulasi pertembakauan yang tengah digodok pemerintah. Aturan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut dinilai mengancam hajat hidup para petani dan buruh tembakau. ​Petisi tersebut […]

  • Inspiratif ! Pemuda Probolinggo Ini Sukses Bisnis Tempe Sambil Berkhidmat di NU

    Inspiratif ! Pemuda Probolinggo Ini Sukses Bisnis Tempe Sambil Berkhidmat di NU

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Probolinggo, Tempe merupakan makanan pokok yang selalu hadir di setiap meja makan. Baik ketika makan bersama keluarga dirumah atau ketika berada di warung bahkan restoran sekalipun. Salah satunya tempe yang di produksi oleh mas mukhtar ali warga kelurahan sumber taman dan juga dikenal dengan aktivis ansor. Berbekal dari usaha yang diwariskan oleh orang tuanya pria 28 […]

expand_less