Terbaru
light_mode
Beranda » Keislaman » Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

Diam Saat Marah: Sunnah yang Simpel tapi Penuh Manfaat, Ini Dalil dan Hikmahnya

  • account_circle Moch. Vikry Romadhoni
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

Pernahkah kamu menyesal setelah mengucapkan kata-kata kasar saat marah? Kata-kata yang keluar di saat emosi memuncak sering kali meninggalkan luka yang jauh lebih dalam dari yang kita bayangkan.

Islam sudah jauh lebih dulu mengajarkan solusi yang sederhana namun sangat powerful untuk mengendalikan amarah yaitu diam. Bukan diam karena kalah atau tidak punya jawaban, tapi diam sebagai bentuk kendali diri yang paling tinggi.

Artikel ini membahas bagaimana Islam memandang amarah, dan mengapa diam adalah salah satu obat terbaik yang diajarkan Rasulullah.

Setiap manusia pasti pernah marah. Marah sendiri bukanlah dosa itu adalah emosi yang Allah ciptakan pada diri manusia. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita merespons amarah itu.

Marah yang tidak dikendalikan bisa merusak hubungan, menyakiti orang lain, bahkan membuat kita mengambil keputusan yang sangat kita sesali kemudian. Itulah kenapa Islam memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi amarah.

Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam perkelahian fisik, tapi orang yang mampu mengendalikan dirinya saat amarah sedang memuncak.

Dalil tentang Mengobati Marah dengan Diam

Dalil 1 — Hadits: Perintah Langsung dari Rasulullah

Rasulullah  bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh para ulama)

Hadits ini singkat, tapi sangat dalam maknanya. Rasulullah tidak memerintahkan kita untuk berdebat, membalas, atau membuktikan siapa yang benar saat marah. Beliau langsung menunjuk pada satu solusi yakni diam.

Diam di sini bukan berarti masalah diabaikan. Diam adalah jeda waktu untuk menarik napas, menjernihkan pikiran, dan mencegah kata-kata yang tidak bisa ditarik kembali.

Dalil 2 — Hadits: Orang Kuat Adalah yang Menahan Diri

Rasulullah bersabda:

“Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini secara langsung mengubah definisi “kuat” dalam Islam. Kekuatan sejati bukan pada kemampuan membalas atau mendominasi orang lain, tapi pada kemampuan mengendalikan diri sendiri.

Diam saat marah adalah bentuk kekuatan tertinggi ini. Butuh lebih banyak keberanian untuk memilih diam daripada melampiaskan emosi dan Islam memuliakan orang yang mampu melakukannya.

Dalil 3 — Al-Qur’an: Sifat Orang yang Bertakwa

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 134:

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menyebut menahan amarah sebagai salah satu ciri orang yang bertakwa dan dicintai Allah. Menahan amarah di sini bukan berarti menekan perasaan, tapi memilih respons yang lebih bijak dan diam adalah salah satu bentuk menahan amarah yang paling nyata dalam praktik.

Hikmah di Balik Diam Saat Marah

Mengapa diam begitu dianjurkan? Ada hikmah yang sangat nyata di baliknya.

  • Mencegah kata-kata yang menyakiti — banyak hubungan rusak bukan karena masalahnya, tapi karena kata-kata yang diucapkan saat marah
  • Memberi waktu untuk berpikir jernih — amarah menyempitkan pikiran, diam memberi ruang untuk kembali berpikir dengan tenang
  • Menjaga harga diri dan wibawa — orang yang mampu menahan diri saat marah justru lebih dihormati
  • Memutus siklus konflik — satu pihak yang diam sering kali cukup untuk mencegah pertikaian meruncing lebih jauh
  • Mendapat pahala — menahan amarah demi Allah adalah bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi-Nya

Tips Praktis Mengamalkan Diam Saat Marah

  • Istighfar — ucapkan “Astaghfirullah” saat mulai merasakan amarah datang
  • Ubah posisi tubuh — Rasulullah menganjurkan duduk jika sedang berdiri, berbaring jika sedang duduk, untuk meredakan amarah
  • Ambil air wudhu — air yang menyentuh kulit membantu menenangkan tubuh secara fisik
  • Tinggalkan tempat sejenak — jika amarah terasa berat, menjauh dari situasi untuk beberapa menit bisa sangat membantu
  • Ingat tujuannya — bukan soal siapa yang menang, tapi soal menjaga hubungan dan meraih ridha Allah

Kesimpulan: Diam adalah Pilihan Orang yang Berilmu dan Beriman

Mengobati marah dengan diam bukan sekadar tips psikologi modern, ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah yang sudah terbukti manfaatnya selama berabad-abad. Diam bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan kematangan iman dan kedewasaan jiwa.

Di saat amarah datang, ingatlah tiga dalil di atas. Ingatlah bahwa Allah mencintai orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan. Dan ingatlah bahwa satu kata yang tidak diucapkan saat marah mungkin adalah keputusan terbaik yang pernah kamu ambil.

Semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi pribadi yang mampu mengendalikan amarah dengan bijak. Aamiin.

  • Penulis: Moch. Vikry Romadhoni

Rekomendasi Untuk Anda

  • ​Respon Era Post-Truth, Ansor Triwung Lor Gelar Ngaji Seni dan Budaya

    ​Respon Era Post-Truth, Ansor Triwung Lor Gelar Ngaji Seni dan Budaya

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 2.243
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Gerakan Pemuda Ansor Ranting Triwung Lor menggelar agenda Ngaji Seni dan Budaya bertajuk “Harokah Pemuda Aswaja di Era Algoritma” yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Islam, Kademangan, Kota Probolinggo. Rabu (29/07/2026) malam. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus hangat ini dihadiri langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Ketua PC PMII, serta Ketua PC […]

  • Kiai Misbahul Munir, Ingatkan Warga NU Selektif Pilih Sekolah Anak

    Kiai Misbahul Munir, Ingatkan Warga NU Selektif Pilih Sekolah Anak

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama bukan sekadar urusan memegang Surat Keputusan (SK) atau menduduki jabatan struktural. Lebih dari itu, mengurus NU adalah panggilan ideologis dan wujud khidmah keummatan yang bisa dilakukan oleh setiap warga Nahdliyin di akar rumput. ​Pesan penguatan ideologi ini menjadi benang merah dalam “Ngaji Ke-NU-an” yang disampaikan oleh KH. Misbahul Munir. […]

  • Tak Menyangka Dapat Hadiah Umrah, Eldya Widiawati Ningtyas: Dua Hari Sebelumnya Terbayang Berdoa di Depan Ka’bah

    Tak Menyangka Dapat Hadiah Umrah, Eldya Widiawati Ningtyas: Dua Hari Sebelumnya Terbayang Berdoa di Depan Ka’bah

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Keberuntungan sekaligus kebahagiaan tak terduga dirasakan Eldya Widiawati Ningtyas. Guru MI KAHASRI ini berhasil membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis dari PT Ash Shofwah Group Tour And Travel dalam kegiatan Jalan Sehat Bersarung yang digelar PCNU Kota Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Sabtu (17/10/2026). Eldya mengaku tidak pernah menyangka […]

  • PCNU Kota Probolinggo Kick Off HSN 2026, Khotmil Qur’an Digelar di 99 Titik

    PCNU Kota Probolinggo Kick Off HSN 2026, Khotmil Qur’an Digelar di 99 Titik

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle M Rizal Wahyudi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan kick off yang ditandai dengan pemukulan rebana oleh jajaran pengurus PCNU, Ahad (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan HSN 2026 di Kota Probolinggo. Selain pemukulan rebana, peringatan juga diisi dengan kegiatan khotmil Qur’an yang […]

  • SMK Raudlatul Mutaalimin Probolinggo Padukan Tradisi Pesantren dan Modernisasi Pendidikan

    SMK Raudlatul Mutaalimin Probolinggo Padukan Tradisi Pesantren dan Modernisasi Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 127
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya menyiapkan peserta didik yang cakap secara akademik dan keterampilan, tetapi juga kokoh dalam akhlak, adab, dan nilai-nilai keislaman. Menjawab kebutuhan itu, SMK Raudlatul Mutaalimin Kota Probolinggo menghadirkan model pendidikan yang memadukan tradisi pesantren dengan pembelajaran modern berbasis teknologi. […]

  • Turba GP Ansor Kota Probolinggo, Perkuat Literasi Digital dan Digitalisasi Organisasi

    Turba GP Ansor Kota Probolinggo, Perkuat Literasi Digital dan Digitalisasi Organisasi

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Wonoasih. Mengusung suasana outdoor yang segar dan santai, konsolidasi organisasi ini dilangsungkan di Lapangan Persitama, Kelurahan Sumber Taman, Kota Probolinggo, pada Selasa, (04/08/2026) Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua PC […]

expand_less