Inovasi Dakwah Fatayat NU Kota Probolinggo: Edukasi Fiqih Bersuci dan Beauty Session di Hari Santri 2026
- account_circle Ulil Hadi Ernanda P
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak

PROBOLINGGO – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Probolinggo menggelar kajian fiqih yang dikemas menarik dalam kegiatan bertajuk NGOPI CANTIK (Ngobrol Pintar Fiqih dan Cantik) di Aula Kementerian Agama Kota Probolinggo, Jumat (23/10/2026).
Fokus utama kegiatan ini adalah pendalaman kajian Fiqh Thoharoh yang dipadukan dengan Beauty Session melalui tema “Suci Diri, Syar’i Ibadah, dan Terawat Penampilan”. Fatayat NU ingin mengedukasi masyarakat, khususnya perempuan muda nahdliyin, bahwa pemahaman fiqih bersuci dan beribadah sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo, KH Arba’i Hasan. Dalam sambutan dan pengarahannya, Kiai Arba’i memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan dakwah ini. Menurutnya, literasi dan pemahaman fiqih—khususnya bab thoharah (bersuci)—merupakan pondasi utama keabsahan ibadah seorang muslim.
“Dakwah fiqih tidak boleh terkesan kaku atau menakutkan, melainkan harus hadir sebagai solusi praktis dan kontekstual bagi kehidupan umat. Langkah inovatif PC Fatayat NU Kota Probolinggo yang mengemas ngobrol fiqih secara menarik bagi kader perempuan muda nahdliyin ini sangat patut diapresiasi,” tegas Arba’i Hasan.
Beliau juga menambahkan bahwa pemahaman fiqih yang kuat akan melahirkan generasi santriwati dan kader perempuan yang tidak hanya anggun secara lahiriah, tetapi juga kokoh secara syariat dan spiritual.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo, Nurhasanah menegaskan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat bagi kader perempuan NU untuk terus memperdalam ilmu agama.
“Fiqih hadir sebagai petunjuk praktis sehari-hari, mulai dari tata cara bersuci (thoharah) yang benar, beribadah sesuai ketentuan syariat, hingga bagaimana merawat diri dalam koridor agama. Menjadi perempuan cantik tidak cukup hanya penampilan luar, tetapi harus diimbangi dengan keluasan ilmu dan pemahaman agama yang baik,” jelas Nurhasanah.
Ia menambahkan bahwa Islam tidak melarang perempuan merawat diri, namun hendaknya senantiasa beriringan dengan iman, akhlak, dan rasa syukur.
“Cantik itu anugerah, ilmu itu kebutuhan, fiqih menjadi pedoman, dan akhlak adalah kemuliaan. Selamat Hari Santri Nasional 2026, Jihad Santri Jayakan Negeri!” pungkasnya.
Kajian fiqih interaktif ini menghadirkan narasumber dari Tim Dakwah dan Pendidikan PC Fatayat NU, Ning Naili Rohmah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pula oleh jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Probolinggo, pengurus PC Fatayat NU Kota Probolinggo, perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Kota Probolinggo, para ustazah, santriwati, serta puluhan peserta.
- Penulis: Ulil Hadi Ernanda P