Terbaru
light_mode
Beranda » Warta » MWC NU » MWC NU Wonoasih » ​Memperkokoh Aqidah dan Menjaga Tradisi, Pengurus Anak Ranting(PAR) NU RW 6 Sumber Taman Gelar Ngaji Aswaja ​ ​

​Memperkokoh Aqidah dan Menjaga Tradisi, Pengurus Anak Ranting(PAR) NU RW 6 Sumber Taman Gelar Ngaji Aswaja ​ ​

  • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

​PROBOLINGGO — Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) RW 6 Kelurahan Sumber Taman kembali menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat syiar Islam di tingkat akar rumput. Mereka sukses menggelar kegiatan rutin Ngaji Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) pada Selasa (7/7/2026).

​Bertempat di kediaman Ustadz Tamrin, mengusung tema besar: “Memperkokoh Aqidah, Menjaga Tradisi”.

​Menjaga Kemurnian Aqidah di Tengah Tantangan Zaman

​Acara ini menghadirkan Ust. Hamdan Amrullah selaku pemateri utama. Beliau merupakan Koordinator Aswaja Center sekaligus Penyuluh Agama Islam.

​Dalam pemaparannya, Ust. Hamdan menekankan dua poin penting bagi warga nahdliyin. Yang pertama yaitu

​Menjaga kemurnian aqidah agar tidak goyah oleh perkembangan zaman dan​Melestarikan tradisi-tradisi amaliyah NU sebagai warisan para ulama yang bernilai ibadah dan sosial.

​Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari struktur kepengurusan di atasnya. Hadir secara langsung Ketua Rois Syuriah Ranting NU Sumber Taman untuk mendampingi para tokoh agama dan sesepuh di lingkungan RW 6.

​Antusiasme warga setempat pun tergolong sangat luar biasa. Ruang pertemuan tidak hanya dipadati oleh bapak-bapak, tetapi kaum ibu (muslimat) juga tampak berbondong-bondong meramaikan pengajian ini.

​”Saya sangat senang dalam giat ini. Bukan hanya memperkuat aqidah, akan tetapi juga sebagai ajang silaturahmi untuk warga,” ujar Saihul Imam, salah satu warga yang hadir.

​Meski kepengurusan Anak Ranting NU di RW 6 Sumber Taman ini terbilang masih seumur jagung, program kerja mereka terbukti berjalan dengan konsisten. Pertemuan kali ini merupakan pelaksanaan Ngaji Aswaja yang kedua kalinya.

​Ustadz Tamrin selaku tuan rumah mengaku sama sekali tidak keberatan rumahnya dijadikan pusat syiar. Sebaliknya, ia justru merasa bangga tempat tinggalnya bisa menjadi jalan (wasilah) berkumpulnya para ulama dan jamaah.

​”Tidak ada keberatan kalau NU, apalagi anak ranting yang baru pertama ada di Sumber Taman dalam kegiatan ditaruh di rumah saya. Jujur saya senang, bangga, apalagi yang datang ramai,” ungkap Ustadz Tamrin hangat.

  • Penulis: Ulil Hadi Ernanda P
  • Editor: Anas Fathullah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Minat Olahraga Pemuda, GP Ansor Kota Probolinggo Serahkan Bantuan Bola Voli ke Tim Bestari

    Dukung Minat Olahraga Pemuda, GP Ansor Kota Probolinggo Serahkan Bantuan Bola Voli ke Tim Bestari

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 147
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang olahraga. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat olahraga berupa bola voli kepada Tim Voli Putri Bestari, Kamis (27/8/2026). Penyerahan bantuan berlangsung di Lapangan Benglap, Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, […]

  • Unjuk Kreativitas dan Latihan Mental, Siswa MTs Nusantara Tumpah Ruah di Panggung Pensi HUT RI ke-81

    Unjuk Kreativitas dan Latihan Mental, Siswa MTs Nusantara Tumpah Ruah di Panggung Pensi HUT RI ke-81

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 197
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 membahana di lingkungan MTs Nusantara pada (15/8/2026). Ratusan siswa, dewan guru, hingga warga madrasah tumpah ruah di halaman sekolah untuk menghadiri acara puncak sekaligus penutupan semarak HUT RI melalui gelaran Pentas Seni (Pensi). Agenda yang telah rutin berjalan selama dua tahun terakhir ini selalu menjadi momen yang paling […]

  • Dari Pesantren, Fatayat NU Kraksaan Tanamkan Semangat Santri Anti-Bullying

    Dari Pesantren, Fatayat NU Kraksaan Tanamkan Semangat Santri Anti-Bullying

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – PC Fatayat NU Kraksaan menggelar program Road Show to Pesantren untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pesantren. Kegiatan perdana ini berlangsung di Pondok Pesantren Roudhotul Hasaniyah, Sabtu (17/10/2026) dengan mengusung tema “1000 Santri Berdedikasi, Tanpa Takut Tanpa Bullying”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 santri dan dihadiri jajaran pengurus […]

  • Wujud Solidaritas, GP Ansor Kota Probolinggo Serahkan Bantuan untuk Pedagang Tempe Korban Begal

    Wujud Solidaritas, GP Ansor Kota Probolinggo Serahkan Bantuan untuk Pedagang Tempe Korban Begal

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo melalui Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Wonoasih merealisasikan komitmen kemanusiaannya dengan menyerahkan bantuan donasi secara langsung kepada Saudara Muhammad Sofi, pedagang tempe yang menjadi korban aksi pembegalan di kawasan Makam Cina, Kecamatan Wonoasih, beberapa waktu lalu. Penyerahan donasi tersebut berlangsung hangat di kediaman korban pada jum’at […]

  • Islam dan Budaya: Menakar Batas Kelenturan Teks dalam Realitas Tahlilan Di Masyarakat

    Islam dan Budaya: Menakar Batas Kelenturan Teks dalam Realitas Tahlilan Di Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Ulil Hadi Ernanda P
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Perdebatan hukum terkait tahlilan di Indonesia seolah menjadi lingkaran tanpa ujung. Konflik teologis tradisionalis (Nahdlatul Ulama/NU) dan puritan (Wahabi/Salafi) tidak menemukan titik temu. ​akan tetapi ada satu benang merah yang menarik untuk dikritisi yaitu : sejauh mana teks keagamaan harus tunduk pada kenyataan budaya, begitupun sebaliknya? ​Kekakuan Tekstual dan Kelenturan Budaya berangkat dari premis normatif […]

  • Data Pribadi Lebih Berharga dari pada Dompet

    Data Pribadi Lebih Berharga dari pada Dompet

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Kalau ada yang bilang harta paling berharga hari ini bukan emas, tanah, atau deposito, mungkin banyak orang akan mengernyitkan dahi. Namun, di era digital seperti sekarang, ada satu aset yang diam-diam nilainya terus naik dan sering kali kita berikan secara cuma-cuma : data pribadi. Sayangnya, banyak dari kita lebih panik ketika dompet tertinggal di warung […]

expand_less