Tugu Masjid Dalam Kegiatan Lailatul Ijtima’

0
113

Lailatul Ijitma’ yang diselenggarakan pada hari rabu malam kamis, 17 Robiul Akhir 1442 H bertepatan dengan tanggal 02 Desember 2020 bertempat di Di Masjid Baitul Amal Kelurahan Wonoasih Kota Probolinggo. Kiai Mujtaba, Rois MWC Wonoasih selaku tuan rumah menyatakan kegembiraaan atas pelaksanaan kegiatan ini dan berharap dapat menjadi kegiatan sampai ke tingkat ranting dan anak ranting.

Lailatul Ijtima’ di Kota Probolinggo diisi dengan ritual sholat tasbih, Sholat Hajat, Sholat Ghoib (bagi para almarhum pengurus NU maupun kaum muslimin) kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, dan dipungkasi dengan pengajian kitab Risalah ahlusuunnah waljamaah yang diampu oleh Kiai Muhtarom (Katib Syuriyah PCNU Kota Probolinggo). Lailatul Ijtima’ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Probolinggo digelar secara rutin tiap pertengahan bulan kalender hijriyah (antara tanggal 13-17).  

Pada pelaksanaan kali ini, ada penyaluran bantuan dari NU Care Lazisnu Kota Probolinggo bagi Guru Ngaji dan Marbot Masjid. Program yang diberi nama TUGU MASJID (Tunjangan Guru dan Marbot Masjid), menurut Riyadlus Sholihin selaku direktur NU Care Lazisnu bertujuan untuk memperkuat peran guru (Baca guru ngaji) yang terdapat di kampung-kampung yang bertahun lamanya mengemban amanah membangun fondasi agama bagi anak-anak di sekitarnya.

” Peran ini, sangat signifikan sehingga perlu mendapat perhatian memadai, program NU Care Lazisnu Kota Probolinggo berikhtiar memberikan apresiasi bagi para guru guru ngaji”.Ujarnya

Selain bagi guru ngaji, penyaluran bantuan juga diserahkan bagi marbot masjid. Keberadaan marbot masjid amatlah penting dalam hal mengelola kesucian, keamanan dan kebersihan masjid. Ketua PCNU Kota Probolinggo, H. Samsur dalam sambutannya mneggambarkan pentingnya peran organisasi NU peduli terhadap keberadaan guru ngaji serta marbot masjid.

“Marbot masjid, selain menjaga kebersihan dan kesucian, juga diharapkan memiliki kesadaran dan pemahaman tentang ajaran ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah secara utuh, sehingga masjid dapat berfungs sebagai tempat kegiatan ibadah dan bukan untuk tujuan” lainnya”.tandasnya