Ketampanan Rasulullah dan Harapan Memandang Wajah Mulia Beliau

0
70

Ketahuilah, termasuk bagian kesempurnaan beriman kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah beriman bahwa Allah ‘azza wajalla menciptakan tubuh mulia Rasulullah dengan bentuk yang tidak pernah ada yang menyamainya sebelum dan sesudahnya.

Pernyataan tersebut ditulis oleh Imam al-Qasthalani dalam al-Mawahib-nya. Beliau mengingatkan bahwa beriman kepada Nabi Muhammad tidak hanya beriman bahwa beliau adalah Utusan Allah. Bahwa beriman kepada Nabi Muhammad akan menjadi sempurna dengan meyakini (iman) bahwa tubuh mulia Rasulullah adalah bentuk tubuh yang paling sempurna diantara manusia awwalan wa akhiran.

Menggambarkan kesempurnaan fisik Rasulullah tidak akan bisa diungkap dengan kata-kata. Sekalipun banyak riwayat yang menceritakan kesempurnaan dan ketampanan Rasulullah. Imam al-Qurthubi mengatakan:
لم يظهر لنا تمام حسنه صلّى الله عليه وسلّم؛ لأنّه لو ظهر لنا تمام حسنه.. لما طاقت أعيننا رؤيته صلّى الله عليه وسلّم
Ketampanan Rasulullah yang tiada banding tidak akan pernah bisa kita jelaskan. Kalau pun ketampanan beliau tampak pada kita niscaya pandangan kita tidak akan sanggup memandang tubuh mulia Rasulullah

Mungkin, ibarat surga. Meskipun digambarkan kenikmatan2 di dalamnya maka apapun yang dalam pandangan dan hayalan kita, surga bukanlah seperti apa yang kita pikirkan. Kenikmatan surga tidak bisa direka-reka dengan panca indera dan akal pikiran kita.

Membaca dan mendengarkan riwayat ketampanan dan kesempurnaan fisik Rasulullah adalah sebagai penopang keimanan kita: bahwa Rasulullah adalah manusia yang sempurna lahir dan batinnya, lalu Allah subhanahu wata’alaa memilihnya sebagai kekasih. Imam Muhammad bin Said al-Bushiri menulis syair:
فهو الّذي تمّ معناه وصورته … ثمّ اصطفاه حبيبا بارئ النّسم
Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya #terpilih sebagai Kekasih Allah Pencipta Manusia

Bahwa kita sangatlah memohon dan berharap sudilah kiranya Allah memberikan anugerah-Nya, dapat memandang wajah indah Rasulullah. Dan Rasulullah memandang kita dengan senyumannya… Amin.

Sebagian keterangan diambil dari Kitab Wasa’il al-Wushul ila Syama’il ar-Rasul Muallif Syaikh Yusuf an-Nabhani

Penulis

Ahmad Muzakki Kholil
Sekretaris LBM NU Kota Probolinggo