Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Probolinggo Gelar Ruqyah di Lapas

0
90

Probolinggo – Sekitar 80 warga binaan dan sejumlah pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo mengikuti terapi ruqyah (pengobatan dengan doa dan Alquran), Selasa, (27/8)

Ruqyah massal dilakukan tim Ruqyah Aswaja Kota Probolinggo dan MUI digelar di aula lapas kelas IIB Probolinggo itu diwarnai dengan reaksi muntah sejumlah warga binaan.

‘Muntah-muntah justru hal wajar yang biasa terjadi bagi orang yang diruqyah,” ujar Ustadz Abdul Choliq dari Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Probolinggo.

Karena itu begitu terlihat sedikitnya lima warga binaan yang muntah-muntah, para peruqyah justru membantu agar mereka terus mengeluarkan isi perut.

“Silakan, jangan ditahan, kalau mau muntah, muntahkan saja. Mudah-mudahan jin, syetan, dan energi negatif ikut keluar,” kata Ustadz Choliq.

Kepala Lapas kelas IIB Probolinggo, Edi Mulyono mengatakan kegiatan ruqyah dilakukan agar warga binaan bisa sadar diri dan tidak mengulangi perbuatan yang dilarang hukum.

“Dengan ruqyah diharapkan bisa memberikan kesadaran kepada mereka,” katanya.

Warga binaan yang ada di lapas IIB Probolinggo berjumlah 636 narapidana (napi). Namun untuk ruqyah kali ini hanya 80 orang saja dari napi yang terjerat kasus narkoba termasuk didalamnya kasus sabu, pil ekstasi dan zat adiktif lainnya.

Ketua MUI Kota Probolinggo, Kiai Nizar Irsyad yang juga hadir pada kegiatan tersebut mengatakan digelarnya ruqyah massal di warga binaan lapas merupakan panggilan jiwa sebagai bentuk kemanusiaan.

“Sentuhan rohani bagi warga binaan disini memang sangat dibutuhkan. Semoga dengan ruqyah bisa bermanfaat bagi mereka,” ujarnya. (JS)